Banjir Terus Ancam Jakarta

Jakarta, Jia Xiang-Menurut laporan Ranking of the World’s Cities Most Exposed to Coastal Flooding Today and in the Future yang dirilis oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), Jakarta menempati urutan ke-20 sebagai kota dengan populasi terbanyak yang terancam banjir pesisir pada 2070 mendatang, termasuk perubahan iklim dan perubahan sosial ekonomi, setelah beberapa kota, diantaranya Kalkuta, Mumbai, Dhaka, Guangzhou, Ho Chi Minh City, Shanghai, Bangkok, dan Tokyo.

Banjir merupakan salah satu masalah besar di Indonesia, terutama di daerah seperti Jakarta. Lokasi Indonesia yang terletak di dalam zona seismik membuat negeri ini termasuk dalam negara yang rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan banjir.

Jakarta sebagai ibu kota dengan pembangunan terdepan sering dilanda bencana alam, seperti banjir. Infrastruktur yang buruk dan perencanaan tata kota yang tidak optimal, jika disertai dengan musibah banjir monsun dapat menyebabkan tanah longsor, dan mengakibatkan kerusakan jalan, bangunan, perumahan dan fasilitas umum.

Hal ini dapat berujung dengan terganggunya kemajuan ekonomi dan kehidupan sehari-hari. Mengingat banyaknya penduduk dan asset di lokasi kota pelabuhan seperti Jakarta, serta peran pentingnya dalam perdagangan global, kegagalan untuk mengembangkan strategi adaptasi yang efektif dapat menimbulkan konsekuensi terhadap kondisi ekonomi, baik dalam skala lokal, nasional, atau bahkan lebih luas lagi.

“Berdasarkan data Nature Climate Change Report, kerugian rata-rata akibat banjir pada 2005 secara global diperkirakan mencapai 6 miliar dolar AS per tahun, dan diperkirakan dapat meningkat menjadi 52 miliar dolar AS per tahun pada 2050,” kata Gianluca Lange, Regional Industry Manager for AEC/ENI, Autodesk ASEAN kepada Jia Xiang Hometown melalui surat elektronik, Jumat (24/1/14).

Untuk Indonesia sendiri, kata Lange, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Indonesia telah melaporkan jumlah kerugian ekonomi akibat banjir di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) pada awal Februari 2007 diperkirakan mencapai Rp5,16 triliun.

Bahkan, menurut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, banjir besar yang terjadi pada awal 2013 di Jakarta menyebabkan kerugian ekonomi lebih dari Rp20 triliun. “Melihat kenyataan tersebut, pemerintah harus menemukan cara baru untuk mencegah dan mengurangi kerusakan akibat banjir. Ini termasuk pembangunan infrastruktur, pemeliharaan jangka panjang, serta kesiapsiagaan pada saat terjadi bencana,” katanya. [B1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here