Bawazier Group buka Perkebunan Jamur di Kovin, Serbia

Peresmian perkebunan jamur di Kota Kovin, Serbia. (Foto: Ist./W5)

KOVIN, JIA XIANG – Selama ribuan tahun jamur telah dimanfaatkan baik sebagai bahan pangan maupun pengobatan. Studi modern mengkonfirmasikan ulang keunggulan jamur sebagai bahan pangan sehat yang kaya nutrisi. Di banyak tempat, jamur bahkan mulai digunakan sebagai substitusi daging.

Merespons permintaan jamur yang terus meningkat, perusahaan Delta Danube yang dimiliki pengusaha Indonesia (Bawazir Group) telah memulai langkah dengan membuka bisnis jamur di Kota Kovin, Serbia. Lokasi ini dipilih antara lain karena keunggulan kualitas lahan dan budaya pertanian Serbia serta luasnya akses preferensial yang dimiliki Serbia ke pasar Eropa,

Peresmian produksi dilakukan dalam upacara singkat pada tanggal 15 April 2015 yang dimeriahkan oleh kehadiran sekitar 1.200 warga setempat. Dalam kesempatan tersebut hadir Menteri Urusan Integrasi Eropa, Jadranka Joksimovic, yang mewakili Pemerintah Serbia serta Faisal A. Bawazir yang mewakili Bawazir Group. Turut hadir pula Duta Besar RI untuk Serbia merangkap Montenegro, Harry R. J. Kandou, Wali Kota Kovin, Sanja Petrovic, Duta Besar Uni Republik Myanmar dan Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Malaysia.

‘’Nilai investasi Delta Danube mencapai EUR 3 juta dengan kapasitas sebesar 2.000 ton jamur segar per tahun,’’ ungkap Faisal A. Bawazir. Lebih lanjut dijelaskannya, ‘’Kami akan segera memulai pembangunan tahap berikutnya dengan target mencapai kapasitas 6.000 ton per tahun’’. Pada skala tersebut, kegiatan perusahaan diperkirakan akan melibatkan sekitar 300 pekerja dari posisi saat ini di mana perusahaan mempekerjakan kurang lebih100 karyawan.

Wali Kota Kovin mengungkapkan penghargaan pada Delta Danube yang merupakan investasi pertama di Kovin dalam 15 tahun terakhir serta komitmen Pemerintah Kota Kovin memberikan fasilitas idan insentif yang luas bagi Delta Danube.

”Realisasi Proyek Delta Danube di Kovin sejalan dengan penekanan kerja sama luar negeri RI di bidang perdagangan dan investasi,” pungkas Duta Besar Harry R.J. Kandou. ”Investasi ini harus dilihat dalam perspektif penguatan dan pembangunan jembatan-jembatan baru yang tidak saja mempertemukan masyarakat Indonesia-Serbia, namun juga memberikan manfaat ganda kepada kedua pihak”.

Digarisbawahinya harapan bahwa peresmian proyek Delta Danube akan menambah daya dorong dalam persiapan intensif menuju lompatan kerja sama bilateral Indonesia-Serbia.

Hal senada disampaikan oleh Menteri urusan Integrasi Eropa.Disebutkannya pula, ”Peluncuran proyek Delta Danube merupakan bukti nyata kesungguhan dukungan Pemerintah Serbia pada investor.’

Peresmian ditandai pemotongan pita oleh Menteri urusan Integrasi Eropa bersama Duta Besar RI dan Wali Kota Kovin yang dilanjutkan dengan peninjauan ke dalam salah satu dari 40 ruang budi daya jamur.  Perusahaan kini tengah menyelesaikan pembangunan fasilitas pendinginan untuk proses lebih lanjut jamur hasil produksi.

Direncanakan produk yang dihasilkan akan dipasarkan di Serbia dan diekspor ke pasar mancanegara dalam bentuk segar maupun olahan dalam kemasan. Produksi akan menggunakan kombinasi pengalaman produksi jamur di Indonesia dengan teknologi terkini serta keterampilan masyarakat lokal.

Kota Kovin berada sekitar 80 km sebelah timur ibu kota Serbia, Beograd. Kota berpenduduk sekitar 37.000 jiwa tersebut terhampar pada areal seluas 730 km2 dengan aktivitas utama berupa pertanian, industrI garmen dan alas kaki. Posisi Kota Kovin yang berdekatan dengan lokasi pabrik baja terbesar di Serbia, Zelezara, mendorong pula perkembangan aneka kegiatan pendukung industri.

Bawazir Group memiliki sejumlah anak usaha yang bergerak di berbagai bidang termasuk perbankan, propertI, pertanian, pemrosesan makanan, perikanan, pertambangan, dan perdagangan umum.

Proyek Delta Danube menambah daftar investasi Indonesia di Serbia, yang meskipun jumlah masih terbatas namun terus berkembang positif.

Kedutaan Besar RI di Beograd mengundang pelaku bisnis di tanah air agar segera menggarap peluang-peluang yang terbuka di wilayah Serbia dan Montenegro baik melalui skema kerja sama perdagangan maupun investasi. Pasar kedua Negara tersebut relative terbuka untuk ragam produk Indonesia dan lokasinya cocok untuk dijadikan batu pijakan (hub) untuk memasuki pasar Eropak hususnya Uni Eropa.[JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here