BBTF 2017 Diharapkan Dongkrak Wisman ke Indonesia

NUSA DUA, JIA XIANG- Bursa pariwisata internasional Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2017 diprediksi akan mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan 15 juta wisman pada tahun ini, dan berharap lonjakan menjadi 20 juta wisman pada 2019.

Menurut Arief, BBTF merupakan salah satu bursa pariwisata internasional bergengsi di Indonesia. BBTF banyak diminati buyers potensial dari seluruh dunia ingin ‘berbelanja’ paket wisata yang ada di Bali dan destinasi wisata di Kawasan Indonesia Timur atau Bali Beyond.

“Great Bali merupakan mesin pencetak wisman karena sekitar 40 persen wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui Bali,” kata Arief dalam siaran pers yang diterima Jia Xiang, Jumat (8/6/17).

Dia menambahkan, Bali saat ini dijadikan sebagai ‘jendela pariwisata’ Indonesia dan sangat efektif menjaring wisman untuk melanjutkan wisata ke kawasan Indonesia Timur atau Bali Beyond.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Pelaksana BBTF 2017 yang juga sebagai Ketua Asita Bali, I Ketut Ardana. BBTF memiliki nilai strategis bagi pariwisata Bali karena sebagai pendongkrak kunjungan wisatawan ke Bali maupun Indonesia serta  sebagai ajang promosi  pariwisata bagi destinasi di luar Bali atau Bali beyond  termasuk 10 destinasi prioritas atau sebagai ‘Bali Baru’.

Diketahui, acara BBTF 2017 kini tengah berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Centre, ITDC, Nusa Dua sejak 7 Juni sampai 10 Juni 2017. Pameran dan bursa pariwisata yang diselenggarakan oleh Assosciation of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali dan didukung Kementerian Pariwisata ini diikuti 241 buyers dari mancanegara dan 200 sellers dari pelaku bisnis industri pariwisata Indonesia.

BBTF yang ke-4 ini memiliki tema “Meet, Connect and Explore The Archipelago” (Semangat saling terkoneksi dan mengeksplorasi keindahan Archipelago Indonesia). Acara ini menargetkan transaksi sebesar US$ 538,205,495 setara Rp 6,99 trilun. Jumlah tersebut berarti naik 1,60 % dibandingkan transaksi BBTF 2016 sebesar US$ 529,408,909 setara Rp 6,88 triliun.[JX/Cka/W5]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here