BDF, Arsitektur Demokrasi Asia Pasifik

Jia Xiang-Perjalanan Bali Democracy Forum (BDF) atau Forum Demokrasi Bali telah memasuki tahun ke-6 sejak diinisiasi pertama kali pada tahun 2008. BDF kini diklaim telah menjadi bagian penting dari arsitektur demokrasi di kawasan Asia-Pasifik.

Buktinya, BDF telah menjadi sebuah platform bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk berbagi pandangan, pengalaman, dan praktik terbaik tentang demokrasi. Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keteranganya pada pembukaan BDF VI di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/11/13).

Yudhoyono mengungkapkan tantangan ke depan adalah memperkuat konsolidasi demokrasi dalam masyarakat pluralistik. Ia menjelaskan bahwa Indonesia menerapkan empat langkah melakukan konsolidasi demokrasi dalam masyarakat yang beragam.

Pertama, menjamin hak konstitusi bagi semua warga negara. Kedua, penegakan supremasi hukum dan ketiga, mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas. Keempat, mendorong dialog antarkelompok komunal mengenai isu-isu toleransi dan terkait masalah sosial.

Sedangkan Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao menyampaikan pada tingkat global saat ini ada upaya untuk menggunakan teknologi oleh negara maju untuk menekan negara berkembang.

Padahal, kegiatan tersebut bertentangan dengan prinsip demokrasi. Sementara Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah mengatakan, masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mendorong kerja sama yang lebih efektif dalam mempromosikan demokrasi.

Sebab pemerintah setiap negara secara tanpa disadari pada dasarnya telah mengimplementasikan prinsip-prinsip demokrasi. [Dea/B1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here