Beberapa Negara Minta Semua Pihak Hargai Pemerintahan Erdogan

(Foto: JX/Ist)

ANKARA, JIA XIANG – Para pemimpin dunia meminta agar semua pihak di Turki untuk “menghormati lembaga-lembaga demokrasi” yang ada. Permintaan itu terkait upaya kudeta yang dilakukan sekelompok kecil anggota militer untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan, pada Jumat (15/7/16). Kondisi ini akhirnya memicu meletusnya aksi kekerasan di Kota Istanbul.Kudeta yang dilakukan oleh sekelompok kecil anggota militer itu, dinilai gagal. Kegagalan itu diperlihatkan dengan banyaknya rakyat Turki turun ke jalan, membantu pihak keamanan, menuju tempat-tempat yang dikuasai oleh kelompok militer tersebut. Akhirnya salah satu pemimpin kudeta itu ditangkap pihak keamanan Turki.
Banyak negara seperti Amerika Serikat (AS), Rusia, termasuk mereka yang menjadi anggota NATO dan Uni Eropa, mengimbau semua pihak di Turki untuk menjaga stabilitas. Sementara Presiden AS, Barack Obama, menyerukan semua pihak di Turki untuk mendukung “pemerintahan yang dipilih secara demokratis”.
Baik Presiden Obama maupun Menteri Luar Negeri John Kerry, di Gedung Putih mengatakan bahwa mereka sepakat agar “semua pihak di Turki harus mendukung pemerintah yang terpilih secara demokratis, menahan diri, dan menghindari kekerasan atau pertumpahan darah.”
Sementara itu Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengecam kudeta tersebut. Untuk itu dia menyerukan agar pemerintahan sipil di Turki dipertahankan. “Campur tangan militer dalam urusan setiap negara tidak dapat diterima,” kata Ban dalam sebuah pernyataan.
Sedangkan Kepala Uni Eropa, Donald Tusk, dan Jean-Claude Juncker, mendukung pemerintahan Erdogan dan mendesak supaya “cepat kembali” normal.
“Turki adalah mitra kunci bagi Uni Eropa. Uni Eropa mendukung penuh pemerintah yang terpilih secara demokratis, lembaga-lembaga negara dan aturan hukum,” kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini. “Kami menyerukan agar cepat kembali ke tatanan konstitusional Turki.”
Di bagian lain, Pemimpin NATO, Jens Stoltenberg menyerukan, agar semua pihak “tenang dan menahan diri, dan menghormati penuh lembaga-lembaga demokrasi Turki dan Konstitusi. “Turki sangat bernilai sebagai sekutu NATO”.
Obama, seperti para pemimpin Barat lainnya, telah berulang kali menyatakan keprihatinan tentang langkah-langkah otoriter yang diambil oleh pemerintah Erdogan.
Namun negara itu adalah sekutu kunci NATO dan bagian dari pertempuran koalisi ISIS di negara tetangga Suriah dan Irak. AS memiliki aset militer di Pangkalan Udara Militer Incirlik, yang menggelar serangan terhadap kelompok militan tersebut. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here