Belum Teridentifikasi Pelaku Pengeboman di New York dan New Jersey

(Foto: JX/VOA)

NEW YORK, JIA XIANG – Bom yang meledak Sabtu (17/9/16) di New Jersey dan ledakan lain di New York, sama-sama berasal dari panci bertekanan yang diisi bahan peledak dan pecahan logam – mirip dengan bom yang digunakan pada Boston Marathon tahun 2013, ungkap berbagai laporan.

Mengutip para pejabat penegak hukum, surat kabar setempat, New York Times melaporkan bahwa ponsel lipat dan lampu hiasan Natal digunakan untuk meledakkan bahan peledak di dalam panci itu. Ledakan di daerah Chelsea, Manhattan, New York itu mengakibatkan 29 orang terluka.

Para pejabat menyebutnya sebagai tindakan teror, tapi belum ada motif atau tersangka yang diidentifikasi. Perangkat kedua ditemukan empat blok dari lokasi ledakan dan telah dipindahkan dan dihancurkan oleh polisi dengan ledakan terkendali.

Calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump menulis di Twitter “rasa simpati dan salam hangat kepada seluruh korban dan keluarga korban peledakan yang mengerikan tersebut”. Dia sebelumnya mengatakan “ini adalah saat untuk menjadi lebih kuat, cerdas dan waspada”.

Sementara calon dari Partai Demokrat Hillary Clinton mengecam serangan pemboman di New York dan juga serangan lain “yang tampaknya merupakan serangan teroris” di Minnesota dan New Jersey pada hari Sabtu.

Sedangkan, Menteri Keamanan Dalam Negeri Jeh Johnson kembali mengingatkan warga bahwa mereka juga bisa ikut membantu memerangi terorisme dengan melaporkan kecurigaan apapun kepada polisi, dan mengulangi slogan “if you see something, say something” atau “jika Anda mengetahui sesuatu, sampaikanlah”.

Di bagian lain, Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan, tampaknya perangkat-perangkat peledak itu memiliki “desain yang serupa”. Namun kedua ledakan ini berbeda dari bom pipa yang sebelumnya meledak Sabtu (17/9/16) di jalur yang digunakan untuk sebuah lomba untuk amal di New Jersey, tambah Cuomo.

Cuomo menambahkan, ledakan itu merupakan “aksi terorisme”. Tetapi, ungkapnya, tidak ada bukti bahwa itu merupakan “terorisme internasional.” Cuomo menambahkan bahwa sekitar 1.000 polisi dan Garda Nasional akan berpatroli di sistem layanan kereta api bawah tanah New York “untuk berjaga-jaga”.

Tak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam ledakan bom pipa itu di New Jersey. “Apakah ada motif politik? Atau motif pribadi? Kita belum tahu,” kata Wali Kota New York, Bill de Blasio. “Kita tahu bahwa itu adalah bom. Kita tahu bahwa ini kejadian serius. Tapi banyak yang harus dilakukan untuk bisa mengatakan, jenis motivasi apa yang berada di balik kejadian ini.”

Jadi, menurut Gubernur New York, “Siapapun yang memasang bom itu, kita akan menemukan mereka dan mereka akan diadili.” [JX/VOA/BBC/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here