Belum Unggul, Yusril tidak Masygul

Yusril Ihza Mahendara beri penjelasan sebagai bakal calon Gubernur DKI. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra merasa wajar dengan hasil survei Populi Center. Survei itu menempatkan elektabilitasnya sebagai Calon Gubernur DKI 2017 berada di bawah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Ia tidak merasa janggal atau masygul, jika ada survei yang fokus melakukan penelitian tingkat elektabilitas Kepala Daerah dan hasilnya mengunggulkan incumbent atau petahana. Karena menurut dia, warga pasti mengenal siapa yang menjabat saat ini di daerahnya.

Hal itu terbukti pada hasil survei Populi Center yang menyebut Ahok, sapaan karib Basuki unggul di atas Yusril.

“Itu kalau simulasi head-to-head keadaannya bisa berbeda, ya wajar saja, di mana-mana dilakukan satu survei, statistik incumbent akan berada di atas, itu di manapun,” kata Yusril setelah pemaparan hasil survei Populi Center di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Senin (22/2/16).

Ia mengakui kehadirannya di bursa pencalonan Gubernur DKI masih terasa dini. Sedangkan calon lainnya sudah sering disebut di media sejak setahun lalu. “Wajar saja. Apalagi saya baru muncul dua minggu ini, yang lain kawan-kawan lain, sudah lebih setahun, saya baru dua minggu,” tutur Yusril.

Menurut dia, hasil survei yang dilakukan Populi Center memberi banyak harapan untuk dirinya maju sebagai Bakal Calon Gubernur DKI 2017. Rencananya, pada 1 Maret 2016, tim Yusril akan melakukan konsolidasi untuk bergerak mengumpulkan dukungan.

“Mulai 1 Maret kami sudah mulai bergerak mengumpulkan dukungan dan tanda tangan, Insya Allah, satu juta suara itu akan kami dapatkan dalam waktu tiga bulan sampai bulan Juni, ketika pendaftaran, dan Agustus akan dilakukan verifikasi,” paparnya.

Ia tidak berencana untuk mencari Partai Politik (Parpol) dalam waktu dekat ini. Karena menurut dia, lebih penting untuk sosialisasi dari level yang paling bawah.

“Kenapa saya tidak semata-mata menggalang kekuatan partai? karena ini sekaligus sosialisasi kita dari level yang paling bawah. Dengan kita mengumpulkan dukungan, maka proses sosialisasi akan jauh lebih sempurna,” pungkas Yusril.

Bagaimana peluang lawan Ahok dan sang petahana, simak selanjutnya di Tabloid Jia Xiang Hometown edisi 6.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here