Beras Hybrid Cina Catat Rekor Dunia Baru

Sawah beras hybrid (Foto: JX/Ist)

GUANGZHOU, JIA XIANG –  Pemerintah Cina mampu mencatat serangkaian rekor dunia baru dalam menghasilkan beras hybrid, demikian diungkapkan oleh Pemerintah Provinsi Hunan, kepada wartawan belum lama ini.

Rekor itu dibuat oleh Yuan Longping yang juga dikenal sebagai “Bapak  Beras  Hybrid”. Tim yang dipimpin Yuan mengujicoba  24 beras hybrid di 16 provinsi di seluruh Cina, termasuk Yunan, Sichuan, Shaanxi, Guangdong, Chongqing dan Hunan, sejak dimulainya  tahun ini.

Sebuah rekor baru diukir dengan ditandai oleh dua kali panen di kawasan pertanian di Guangdong.  Padi yang diperoleh itu sekitar  1,5 ton  padi per mu (sekitar 0,07 hektare) sawah.

Di dua proyek lain di Hebei dan Yunan,  masing-masing menghasilkan panen padi sekitar 1 ton (1.082,1 kg) per mu dan 1.088 kg beras per mu. Kedua proyek itu telah memecahkan rekor dunia sebelumnya dengan hasil tertinggi, di kawasan pertanian yang lebih tinggi.

Sedangkan proyek di Shandong, Hubei, dan Guanxi, semua juga berhasil memecahkan rekor wilayah setempat sebelumnya.

Padi  hybrid, juga dikenal dengan sebutan beras super di Cina, adalah hasil silangan  padi dari jenis yang  berbeda.  Sekitar 65 persen orang Cina bergantung pada beras sebagai makanan pokok.

Yuan, yang mengembangkan beras hybrid pertama di dunia di tahun 1974, juga sebelumnya mencatat tiga rekor dunia untuk beras hybrid ini yaitu tahun 1999, 2005,2011.

“Beras super memiliki masa depan yang cerah. Cina sejauh ini berusaha sendiri untuk mengatasi masalah kekurangan pangan , masyarakat negara lain juga memetik keuntungan itu. Beras super akan memainkan peran lebih besar dalam ketahanan pangan dan perdamaian dunia di masa depan,” ujar Yuan sambil menambahkan bahwa timnya kini tengah membahas beras hybrid generasi baru, yang diharapkan dapat menghasilkan beras lebih berkualitas dan jumlah produksi lebih banyak. [JX/Xinhua/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here