Berbakti Pada Orangtua

JAKARTA, JIA XIANG – Ada tertulis :”Berbakti adalah faktor terpenting dari nilai-nilai kebajikan”. Inti dari budaya Tiongkok adalah sikap  berbakti untuk memelihara hubungan diantara anggota keluarga dan diantara kelompok sosial lain.

Terlepas dari anak yang berbakti, menantu yang berbakti juga dihargai tinggi hingga ke langit, bumi dan diantara manusia. Ada kisah yang menceritakan tentang menantu yang berbakti.

Ada seorang pria bernama Jiang Shi yang tinggal di wilayah timur di era Dinasti Han. Dia menikah dengan Pang Sanchun.

Menurut “Biografi Para Wanita Teladan”, Jiang bersama istrinya sangat berbakti pada ibunya. Sejak ibu mertua Pang menyukai menum air sungai, Pang selalu berjalan ke Sungai Tuojiang, berjarak tujuh mil dari rumahnya, untuk mengambil airnya sebagai persediaan.

Bibi Jiang selalu menabur kebencian pada Pang. Atas upaya ibunya, Jiang pun menceraikan istrinya. Namun Pang tidak marah. Dia akhirnya tinggal di asrama perempuan dan pekerjaan setiap hari memintal untuk membuat kain. Setelah selesai membuat kain, dia menyuruh orang lain untuk menjualnya dan uangnya digunakan membeli makanan untuk  ibu mertuanya.

Akhirnya  ibu mertuanya menyadari bahw dia salah menilai Pang. Dan Pang pun dibawa pulang ke rumah oleh ibu mertuanya. Sejak kepulangannya ke rumah, mata air di halaman rumah mereka mulai mengeluarkan air dengan rasa yang sama seperti air sungai seperti yang dulu diminum mertuanya.

Setiap hari di mata air itu dua ekor ikan mas berlompatan. Dengan mata air itu, Pang dapat melayani ibu mertuanya tanpa harus pergi jauh ke Sungai Tuojiang.[JX/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here