Berbuat Baik, Teladan Shang Lu (1)

BEIJING, JIA XIANG –Ada ungkapan Tiongkok kuno mengatakan, “Sebuah keluarga dari orang yang baik akan memiliki berkah yang melimpah.” Menjadi orang baik dan adil, serta melalukan hal-hal yang baik tidak hanya akan menguntungkan diri sendiri, tetapi juga keluarganya. Banyak contoh dalam sejarah Tiongkok yang menggambarkan orang yang baik dan bijak, termasuk sebuah kisah tentang Shang Lu.Shang Lu adalah seorang pejabat istana kerajaan terkenal di masa pemerintahan Dinasti Ming. Meskipun dia berasal dari latar belakang keluarga yang sederhana, namun Shang Lu tetap menjalani menjalani tes untuk bisa bekerja di Istana. Dia selalu menempatkan diri di urutan pertama dari tiga tingkat ujian kekaisaran, dan kemudian dia berkesempatan menduduki jabatan resmi tertinggi waktu itu. Dia memiliki reputasi yang baik dan dikenal jujur, serta selalu menggunakan kekuasaannya untuk membantu orang miskin dan menegakkan keadilan.
Shang Lu bukan orang yang mementingkan uang atau kekuasaan, tetapi dia berasal dari sederet orang baik. Ayahnya adalah seorang pegawai pemerintah desa yang membantu orang miskin. Pengaruh ayahnya begitu besar, di samping pendidikan yang sederhana, akhirnya membentuk Shang Lu sebagai pribadi yang selalu membela masyarakat miskin dan menegakkan keadilan. Dia dicintai oleh orang-orang yang menyanyikan pujian: “Diantara semua pejabat istana kami yang baik, Shang adalah nomor satu”. Pada gilirannya, perbuatan baik Shang Lu membawa berkah untuk keluarga Shang pada generasi-generasi mendatang.
Kakeknya dalah seorang pemburu dan keluarga ayahnya karyawan di Desa Yan. Ayah Shang Lu, hidup sederhana, tetapi dia rutin memberikan sumbangan sukarela dan membantu orang-orang miskin. Dia, bahkan sempat menasehati kawan-kawannya untuk memperlakukan orang lain secara wajar dan tidak menyalahgunakan kekuasaan atau menerima suap.
Melalui bantuannya di pengadilan negeri, dia dapat menghindari salah vonis bagi para tersangka, sehingga dapat terbebas dari hukuman mati.

Di Usia Muda
Kisah Shan Lu berawal dari suatu malam seorang pejabat desa dari kejauhan melihat sebuah sinar yang indah di sekitar rumah keluarga Shang. Keesokan harinya pejabat desa itu pun bertanya kepada Shang dengan penuh rasa ingin tahu. Shang mengatakan,” Istrinya melahirkan seorang anak laki-laki tadi malam.” Pejabat desa itu pun meminta izin Shang untuk melihat bayinya kelak ketika dia berusia 100 hari.
Ketika Shang memperlihatkan bayinya itu kepada bos-nya. Pejabat desa itu melihat seorang anak bayi laki-laki yang tampan dan dia berpikir inilah sinar yang dilihatnya pada malam anak itu lahir. Pejabat desa itu pun meramalkan bahwa bayi laki-laki itu akan mencapai cita-citanya yang besar semasa hidupnya dan membanggakan negaranya. Anak laki-laki itu adalah Shang Lu.
Shang Lu mulai memperlihatkan talentanya di usia sangat muda. Dia memiliki daya ingat gambar yang luar biasa dan dapat menceritakan isi buku dengan baik setelah membacanya, walau sekali saja. Dia sempat menulis sebuah karya tanpa lebih dulu membuat rangannya.
Di usia 20 tahun, Shang Lu menempati urutan pertama di ujian negara tingkat lokal. Lalu di jenjang provinsi dia juga berada di urutan pertama. Bahkan di tingkat pemerintah pusat dia juga menjadi juaranya.
Menurut buku Sejarah Ming, Shang Lu satu-satunya orang yang mampu menjadi juara di tiga tingkat ujian negara atau kekaisaran selama Dinasti Ming. Bukan cuma di urutan pertama, tetapi dia juga mencatat nilai tertinggi. [bersambung]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here