Berbuat Baik, Teladan Shang Lu (2)

Usulan
Shang Lu kemudian bekerja di pemerintah pusat yang dipimpin oleh tiga kaisar berbeda. Dia pernah di tunjuk menjadi kepala kantor tertinggi dan Sekretaris Agung, yang secara de facto bertindak sebagai konselor. Keberhasilannya ini membuat rakyat atau orang di masa itu percaya bahwa dia sungguh mendapat berkat dari kebaikan ayahnya. Dia senang membantu orang, seperti ayahnya. Dia terdorong dan selalu Dia seorang pemberani dan selalu berbicara benar di depan kaisar. Ketika Kaisar Xianzong berkuasa, banyak wilayah di kekaisaran itu menderita akibat banjir. Shang Lu kemudian mengungkapkan kekhawatirannya kepada kaisar dan mengusulkan, untuk mencegah terjadinya becana alam lebih besar, pemerintah pertama-tama harus memperkuat atau meningkatkan karakter moral warganya.
Dalam suratnya kepada kaisar, dia mengusulkan delapan wilayah yang membutuhkan perbaikan yaitu menghargai orang-orang bijak kuno dan mematuhi pedoman moral yang tertulis secara ketat, mengizinkan para pejabat kekaisaran mengungkapkan pendapat mereka, memeriksa dokumen para tahanan secara hati-hati dan menganalisis kesalahan di pengadilan, membebaskan orang yang salah vonis, menghentikan proyek-proyek konstruksi yang tidak perlu, perampingan pemerintah, membangun bank makanan atau logistic untuk warga miskin, dan meningkatkan sistem hukum. Karena kaisar senang dengan saran-saran itu, maka kaisar pun akhirnya mengeluarkan perintah untuk melaksanakan perbaikan tersebut.
Shang Lu pun menekankan bahwa kaisar sepatutnya memperhatikan nasehat para pejabatnya dengan tulus. Katanya,”Saya harap, sejak sekarang, jika seseorang memberi Anda nasehat yang membangun, Yang Mulia akan memperhatikannya dengan pikiran terbuka.”
Pengurus kerajaan menyenangkan hati Ibu Ratu Renshou dengan memberikan lahan pertanian hasil sitaan lahan 80 tanah milik petani setempat. Dengan geram para petani pun memberikan perlawanan. Konflik itu, membuat Ibu Ratu begitu sangat kecewa, dan tampaknya kaisar berusaha menghukum para petani dengan merelokasi mereka bersama keluarga masing-masing ke daerah yang tandus di utara Tembok Besar.
Pada sebuah rapat pagi dari istana, Shang Lu menyatakan ketidaksetujuannya. Menurut dia, “Seorang kaisar adalah putra dari rakyat dan negaranya. Untuk apa membutuhkan lahan yang banyak? Saya belum pernah mendengar para petani miskin mengambil tanah dari seorang raja. Tapi justru yang terjadi selalu sebaliknya. ”
ra pejabat istana tercengang bahwa Shang Lu begitu sederhana. penasihat kaisar melangkah dan mendukung Shang Lu. Kaisar akhirnya memutuskan untuk menarik kembali perintahnya.
Ketika Kaisar Xianzong ingin membangun suatu rumah di sisi utara dari istana, Shang Lu menyarankan kaisar untuk memotong pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Dia juga mengumpulkan para pengungsi miskin yang telah bermigrasi dari timur, memberi mereka tanah pertanian dan bibit, dan membantu mereka menetap di dekat ibukota.

Badan Intelijen
Sememntara itu, Xichang, badan intelijen rahasia negara pada saat itu, dikendalikan oleh kasim kekaisaran bernama Wang Zhi. Wang dan anak buahnya menangkap dan membunuh warga tak bersalah dan para pejabat tekait dengan “penyelidikan” dan mengesampingkan pelanggaran hukum. Badan ini dengan cepat menjadi ancaman bagi orang-orang dan para pejabat pun menjadi sangat khawatir.
Namun Shang Lu bersama sekelompok pejabat istana memohon kepada kaisar untuk mengakhiri mimpi buruk yang dilakukan badan intelijen itu. Shang Lu mencatat 11 tindak kejahatan yang dilakukan Wang, yang menyebut badan itu sebagai lembaga yang “membahayakan bangsa”. Shang Lu pun meminta kaisar untuk menghapuskan lembaga tersebut. Usulan itu membuat kaisar sangat marah, namun Shang Lu tak mengenai rasa takut dan tidak pernah goyah.
Dengan dukungan dari banyak pejabat istana lainnya, kaisar akhirnya memerintahkan untuk menghapuskan Xichang. Meskipun agen rahasia kemudian dihidupkan kembali, namun upaya Shang Lu dipandang sebagai berani dan patriotik. suratnya kepada kaisar juga menjadi terkenal sebagai karya sastra dan diturunkan dari generasi ke generasi.
Jadi, selama bekerja di kerajaan, dia telah berbuat banyak hal yang baik. Dia begitu mudah menduduki jabatan tinggi, namun tak mempedulikan soal keuntungan pribadi. Dalam segala hal dia selalu berbuat bagi bagi bangsa dan negaranya. Dalam karya Sejarah Dinasti Ming, Shang Lu digambarkan sebagai orang yang sederhana dan lurus, baik dan jujur. Namun, ketika mengatasi masalah penting, dia selalu berpikir rasional dan tegas.
Shang Lu memiliki banyak anak dan cucu. Beberapa diantara anak dan cucunya kemudian menjadi pejabat tinggi di kekaisaran . Di masa tuanya, seorang temannya mengunjungin Shang Lu di rumah peristirahatannya. Teman itu berkata: “Selama bertahun-tahun saya bekerja dengan Anda, Saya tidak pernah melihat Anda tidak pernah menuduh orang bersalah tanpa bukti sedikit pun. Lihat bagaimana semua anak dan cucu-cucu Anda lakukan. Ada banyak yang selalu mengalir bika kita membuat hal-hal yang benar. [JX/berbagai sumber/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here