Berharap Langkah Konkrit UKP-PIP

Oleh: Iman Sjahputra

Presiden Joko Widodo, Selasa (7/6/17), meresmikan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Pembentukan lembaga ini tentunya diwarnai oleh kondisi bangsa yang tampaknya banyak “diganggu” oleh pandangan dan pendapat yang diduga bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Keseriusan Presiden dalam menangani persoalan ini, memang harus diacungi jempol. Langkah Presiden, yang melihat serius upaya mengganggu keutuhan bangsa, harus didukung dan ditunjang aparat di bawahnya.

Dengan kata lain, percuma saja apa pun yang dilakukan Presiden, bila tidak ditunjang atau diperkuat oleh lembaga maupun aparat di bawahnya, maka semua itu akan sia-sia.

Apalagi masyarakat mengharapkan,  negara atau aparat negara mulai dari jenjang paling tinggi hingga yang terendah, agar bisa lebih tegas terhadap  oknum atau lembaga yang begitu mengganggu dan mengancam keutuhan bangsa.

Nah sekarang ada unit baru yang disebut UKP-PIP. Tentunya Presiden Joko Widodo memiliki tujuan besar dalam menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran. Apalagi beberapa waktu lalu, Presiden pernah menegaskan kalau dia tidak akan segan “menggebuk” pihak-pihak yang mencoba mengganggu ideologi negara dan konstitusi.

Artinya sekarang, dengan adanya UKP-PIP, tidak salah bila masyartakat pun sangat berharap  lembaga ini bisa ikut serta menjadi penggerak dalam menangkal setiap upaya yang menggangu ideologi negara. Apalagi dengan adanya nama besar yang menjadi anggota Dewan Pengarah  UKP-PIP yakni Megawati Soekarnoputri  (Presiden ke-5 RI), Tri Sutrisno (Wakil Presiden ke-6),  Mahfud MD (Mantan Ketua MK 2005-2011) , Syafi’i Ma’arif  (Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah), Ma’ruf Amin (Ketua Umum MUI), Said Aqil Siraj (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama),  Yudi Latief menjabat sebagai Kepala UKP-PIP, tidak heran bila lambaga ini menunjukkan tajinya dalam ikut mempertahankan ideologi bangsa ini.

Terlepas dari kewenangan dan tugas lembaga ini, yang pasti kita semua menunggu sepak terjang mereka. Kita akan menunggu buah pikiran dan pandangan mereka, sebab upaya menjaga keutuhan pemahaman tentang Pancasila, tampaknya sudah tidak bisa ditunda-tunda.

Apalagi Kepala UKP-PIP Yudi Latief menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya ini semacam  dapur pengolahnya, dan penyampaian atau delivery-nya melalui lembaga yang ada. Karena itu, tampaknya sudah mendesak pagi UKP-PIP untuk segera membuahkan pemikiran konkrit dan bisa dipahami masyartakat, supaya bisa diimplimentasikan dengan mudah di masyarakat.

Kita sekarang perlu adanya semacam penangkal yang mampu membendung langkah dan upaya terkoordinasi merusak cara berpikir masyarakat tentang ideologi negara ini.

Ibaratnya kita tengah berlomba dengan waktu,  secepat mungkin menjaga keutuhan ideologi negara. Bila terlambat, maka penanganan kerusakan ini pun semakin lama, dan rumit. Dengan kata lain, UKP-PIP pun harus “lari” bila tidak ingin termakan waktu.

Yang pasti, lembaga ini tidak bisa begitu saja, bekerja mengandalkan segala bentuk koordinasi dengan lembaga lain yang sudah memiliki program penguatan Pancasila. Tetapi harus diingat, basis terkuat yang bisa dijadikan jangkar adalah masyarakat. Jangan pernah melupakan masyarakat, sampai ke unsur terkecil yaitu keluarga. Sebab mereka-mereka inilah inti sesungguhnya dalam membangun kesadaran pentingnya menjaga keutuhan ideologi negara.

Apa pun program, kegiatan, dan rencana, lembaga ini, tanpa dukungan masyarakat, semua akan sia-sia. Jadi sebaiknya juga ada koordinasi antara program pemerintah dan bentuk kegiatan yang diharapkan muncul dari masyarakat. Karena itu, program yang dikembangkan tidak semata-mata dari pemerintah, tetapi alangkah baiknya kombinasi atau gabungan dengan kebutuhan yang ada di masyarakat. Semoga UKP-PIP ini menjadi lembaga yang terpandang dan memiliki integritas tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here