Berpengalaman

BEIJING, JIA XIANG – Pada periode Musim Semi dan Gugur, Adipati Huan dari negara Qi memimpin pasukannya untuk menyerang sebuah negara kecil di utara. Mereka pergi di musim semi ketika tanah masih diselimuti oleh rerumputan hijau. Tapi ketika mereka kembali bersamaan dengan musim dingin. Di mana-mana terlihat putih tertutup salju dan angin pun menderu-deru. Akhirnya pasukan Adipati Huan tersesat.
Semua orang khawatir tidak akah kembali ke rumah, tetapi Guan Zhong, menteri kepala Adipati Huan dengan tenangnya memberikan saran. Katanya, “Sebuah kuda tua mungkin tahu jalan pulang.” Jadi Huan pun memerintahkan anak buahnya untuk memilih beberapa kuda yang sudah tua untuk memimpin tentara. Akhirnya, mereka pun menemukan jalan pulang.
Ungkapan ini mengacu pada pemahaman terhadap nilai-nilai pengalaman. Dalam idiom Tiongkok 老马识途 ( lǎomǎshítú)” secara harafiah ungkapan kuda yang tua tahu jalan pulang, masih relevan saat ini. Sekarang ungkapan itu merujuk pada nilai-nilai pengalaman. Ungkapan ini pun banyak tercermin dalam berbagai cerita-cerita kuno. Ada sebuah cerita di masa lampau yaitu di tahun 663 SM, Qi Huanggong diminta oleh Yanguo untuk melawan para penyusup Shanrong, kelompok minoritas yang kuat dari utara Tiongkok. Perdana Menteri Guan Zhong dan pejabar senior lainnya seperti Xi Peng pun menemaninya.
Tentara Qi pergi bertempur di musim gugur dan kembali dengan kemenangan saat musim dingin. Karena adanya perubah musim, tentara-tentara Qi pun tidak dapat sesegera mungkin menemukan jalan keluar dari lembah tempat mereka bertempur.
Transportasi dan suplai makanan pun menjadi sulit. Jika mereka tidak dapat menemukan jalan keluar lembah sesegera mungkin, sudah pasti tentara mereka tidak akan bisa bertahan hidup. Perdana Menteri Guan Zhong memiliki ide yaitu anjing-anjing bisa menemukan jalan pulang walaupun mereka sudah berada jauh dari rumah. Bukankah kuda-kuda tua milik tentara juga bisa melakukan hal itu, seperti anjing menemukan jalan pulang?
Akhirnya Guan Zhong segera memilih beberapa kuda yang sudah tua, dan membiarkan mereka berjalan di depan pasukan secara bebas. Kelihatannya cukup aneh melihat kuda-kuda tua ini. tanpa ragu, berjalan ke arah yang sama.
Tentara-tentara itu pun mengikuti kuda-kuda tersebut dan akhirnya bisa keluar dari lembah itu, dan akhirnya bisa kembali ke rumah.
Jadi, ungkapan ini memang bermakna pengalaman seseorang bisa menjadi penuntut bagi orang lain untuk dapat dijadikan landasan dalam mengatasi persoalan atau mencari jalan keluar yang lebih baik. [JX/berbagai sumber/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here