Bersama-sama Membangun Negeri ini

“Buah manis berulat dalamnya”. Peribahasa ini mungkin cocok untuk kita jadikan gambaran dunia perpolitikan di republik ini. Kalau begitu, apa sebenarnya makna dari peribahasan tersebut? Secara sederhana peribahasa itu bisa menggambarkan tentang perkataan seseorang yang kelihatan baik tetapi di hatinya tersimpan maksud yang jahat.

Artinya hidup di zaman seperti sekarang ini, segala sesuatu berkembang dan berubah serba cepat, membuat kita harus ekstra hati-hati dalam berkomunikasi dengan orang atau pihak lain. Apalagi membaca karakter atau tabiat seseorang dalam kondisi kompleks ini akan semakin sulit. Pantaslah peribahasa itu kita angkat lagi, hanya untuk mengajak kita tetap ekstra hati-hati, agar segala keputusan, langkah maupun tindakan kita tidak membuat kita terjerembab dan merugikan sendiri.

Banyak peristiwa, kalau boleh kita sedikit menyoroti kondisi politik negeri ini terutama di DPR, memperlihatkan betapa kita harus mengurut dada. Banyak saja cara yang dilakukan untuk memperlihatkan kalau kelompok tertentu  merasa lebih unggul. Banyak cara pula yang dilakukan hanya untuk menghambat pihak lain.

Para pihak ini sebut saja Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP). Kita tidak tahu sampai kapan “suasana” yang mereka bangun akan berakhir. Banyak hal yang melatarbelakangi ketidakharmonisan hubungan  mereka. Yang pasti masyarakat tidak ingin suasana tidak sehat ini terus dibangun, tanpa memikirkan dampak bagi seluruh warga negeri ini.

Tidak heran bila sekarang banyak pihak menginginkan KMP dan KIH mencair dan melebur. Pimpinan DPR, yang notebene, dari KMP pun berjanji tidak akan menganggu pemerintahan Jokowi. Bahkan mereka mendukung program-program presiden Jokowi yang pro rakyat. Mereka pun berjanji untuk bersifat konstruktif dan proaktif terhadap pemerintahan Jokowi. Di bagian lain sejumlah petinggi parpol di KMP juga mengungkapkan hal serupa, tidak akan menjegal Jokowi dan pemerintahannya di parlemen.

Tak mau ketinggalan pada pertemuan Jokowi, para petinggi DPD, DPR, dan MPR, berjanji mendukung  pemerintahan Jokowi.

Nah.. sekarang kita, sebagai rakyat, yang memilih mereka semua itu, akan menjadi penonton setia setiap langkah dan ucapan yang mereka ungkapkan. Kita tunggu apakah dukungan dan kebersamaan KMP yang dibangun dengan KIH, dalam hal ini pemerintahan Jokowi, berjalan tanpa menimbulkan gejolak.

Jangan sampai peribahasa “buah manis berulat di dalamnya” menjadi kenyataan. Jangan sampai  hasrat atau keinginan atau sikap atau perkataan  yang dibangun itu kelihatannya baik padahal sebenarnya ada sesuatu yang  tidak baik, bisa saja ini menjadi ungkapan balas dendam atau memang  sudah menjadi niatan untuk “menjatuhkan” pihak lain.

Karena itu, dalam menjalankan tugas mulia dan amanat rakyat, hendaknya masing-masing pihak tidak lagi merasa sebagai pihak yang kalah atau tersingkirkan, dan jangan ada pula ada kelompok yang paling menang.  Dengan kata lain, jangan lagi “ada udang di balik batu”,  ada maksud yang tersembunyi, apa pun keinginan dan niat itu.

Sebab baik perleman maupun pemerintah sebenarnya adalah pasangan  yang selalu harus menjaga kekompakan dalam mencapai cita-cita bersama, antara lain  kemakmuran dan kesejahteraan bangsa di negeri ini. Seperti pepatah mengatakan “ada jarum hendaklah ada benangnya”, parlemen dan pemerintah hendaknya menjadi seperti benang dan jarum, saling membutuhkan. Benang tidak dapat menjahit tanpa ada jarum yang membantunya, begitu juga jarum tidak akan dapat menjahit tanpa ada benang. Karena itu, bila niat bersama dilandasi oleh keinginan jujur dari dalam hati, maka kebersamaan yang dibangun atas dasar kejujuran itu pasti dapat terlaksana dengan baik. Marilah parlemen dan pemerintahan Jokowi, bersama rakyat membangun negeri ini supaya bisa lebih baik, makmur, dan sejahtera.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here