Bertahan hidup dengan Keikhlasan

Jia Xiang- Maraknya usaha konveksi yang menawarkan pakaian murah dan berkualitas, membuat  banyak penjahit pakaian sepi order, bahkan gulung tikar.

Salah satu penjahit tersebut adalah Jimmy Jumtara alias Hiu Joek Kui,  pasalnya tempat Jimmy bekerja,  sejak tahun  1975 jadi sepi peminat.

Kondisi tersebut tak menjadikan Jimmy berputusa asa,  setelah memikirkan secara matang,   pada tahun 2000,  Jimmy memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya

Ia pun membuka layanan permak pakaian sendiri di rumahnya,  di Kampung Bugis atau tepat di jalan Slamet Riyadi,  Kelurahan Karang Anyar-Tarakan.

Saat disambangi Jia Xiang Hometown,  Jumat (12/7/13)  Jimmy menjelaskan bahwa  pilihannya untuk keluar dari tempat kerjanya adalah sebuah pilihan yang tepat.   “Walaupun penghasilan dari permak pakaian ini pas-pasan,  yang terpenting,  saya dapat bertahan hidup serta menghidupi keluarga,” katanya.

Untuk tetap mendapatkan pelanggan,  Jimmy punya strategi khusus yakni selalu iklas  serta tidak pernah menargetkan ongkos kepada para pelanggannya,  “  Bagi mereka yang ingin mempermak pakaian,  saya tidak menargetkan ongkos kepada para pelanggan.  Berapapun yang mereka berikan, saya terima,  “ katanya.

Bagi  yang mampu,  Jimmy meminta ongkos Rp. 10.000 per celana dan kadang untuk 2 celana,  Jimmy hanya meminta 1 ongkos celana,  “Yang penting saya iklas,  karena dengan keikhlasan,  pelanggan menjadi senang dan biasanya,  mereka  akan datang kembali, “ujar Jimmy. [Mul/A1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here