Berziarah Sambil Rekreasi di GMKA

Ada beberapa tempat menarik bila melintas di Jalan Raya Semarang – Magelang. Mulai dari tempat wisata sampai ke rumah makan menjadi pemandangan yang mudah ditemui. Apalagi saat memasuki wilayah Kereb Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Anda akan menemui lokasi wisata yang juga tidak kalah menarik yaitu Gua Maria Kereb Ambarawa (GMKA).
GMKA yang sudah berdiri sejak tahun 1954 itu sudah tidak asing lagi bagi umat Katolik, baik yang ada di wilayah Ambarawa dan sekitarnya, maupun berbagai daerah lainnya. GMKA berada di Jalan Tentara Pelajar, Dusun Kerep, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Sebelum memasuki Jalan Tentara Pelajar, kita berada di Jalan Mgr. Soegijapranata yang membentang dari Museum Palagan hingga Desa Ngampin. Kawasan itu merupakan jalur utama Semarang-Magelang.
Bila dari arah Semarang, Anda akan akan menemui Terminal Ambarawa di Jalan Mgr Soegijapranata. Tepat di seberang terminal, Anda temui Jalan Tentara Pelajar. Ikuti saja petunjuk jalan, dan sekitar 900 meter, maka Anda akan temui gapura GMKA di sisi kanan.
Tetapi bila dari arah Magelang, patokannya sama yaitu Terminal  Ambarawa, di sisi kanan Jalan Mgr Soegijapranata. Sebelum terminal, Anda akan melihat SMP Pangudi Luhur, di kiri jalan. Setelah sekolah itu, berbelok ke kiri, menuju Jalan Tentara Pelajar.
Udara yang segar, hawa sejuk, dan suasana yang tenang  akan menyambut kedatangan Anda. Pemandangan dan indahnya alam  kaki Gunung Ungaran  pun akan membuat Anda merasa betah berlama-lama di tempat itu, sambil berdoa. Lapar? Tak perlu khawatir, karena di seberang GMKA, ada belasan penjual aneka makanan, termasuk souvenir.
Di GMKA, ada beberapa lokasi untuk berdoa maupun ibadah. Selain Gua Maria, ada juga gereja utama tempat ibadah, tempat ibadah harian, yang letaknya di lokasi paling tinggi di tempat itu, dan ada juga pelintasan kisah sengsara atau penyaliban Yesus. Bila Anda berada di sana setiap hari, bisa Anda saksikan pengunjung berdatangan. Mereka tidak saja datang di pagi hari, tetapi ada juga yang larut malam untuk berdoa.  Dan memang tempat ini terbuka 24 jam, sehingga siapa saja bisa datang, tanpa terikat waktu kunjungan.
“Tempat ini memang awalnya sebagai tempat ziarah dan berdoa bagi umat Katolik, tetapi kini, karena sudah banyak dikenal orang, dan seakan-akan menjadi sebuah tempat wisata,” ujar Aris, salah seorang karyawan GMKA, kepada Jia Xiang Hometown, hari Selasa (9/7/13) di Kereb, Ambarawa.
Di sini, tambahnya, yang berkunjung bukan hanya dari umat Katolik saja, tetapi ada juga masyarakat dari umat agama lainnya. Bahkan kunjungan itu sudah ada yang terjadwal hingga sampai beberapa bulan ke depan.
“Kunjungan dari agama-agama lain sudah sering dilakukan. Bahkan sudah terjadi sejak lima tahun belakangan ini,” ujar Aris sambil menambahkan bahwa pengelola GMKA juga mengadakan beberapa acara ibadah, sehingga pengunjung pun bertambah jumlahnya.
Menurut dia, biasanya pengunjung yang datang ke GMKA, ada perorangan maupun kelompok wisata ziarah. Misalnya, ibadah Novena yang digelar sebulan dua kali, dan jumlah pengunjungnya bisa mencapai 4.000 – 5.000 orang. Tetapi biasanya jumlah pengunjung bisa lebih besar dari itu, bila masa liburan hari besar seperti Idul Fitri.
Selain itu juga sebulan sekali ada pertemuan Orang Muda Katolik. Dan dalam acara itu, juga mulai banyak dilirik oleh kaum muda yang saat ini baru dari Kota Ambarawa dan sekitarnya, serta Semarang.
“Tetapi yang pasti tempat ini terbuka untuk siapa saja,” ujar Aris.  Bahkan, tambahnya kegiatan ini bukan hanya utnuk kepentingan umat Katolik saja, tetapi pengelola GMKA, juga mengadakan kegiatan lain seperti khitanan gratis terkait ulang tahun GMKA ke-59, pada  23 Juni 2013. Kegiatan ini  sudah menjadi acara  rutin tahunan pengelola GMKA. [E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here