Bianzhong, Kekayaan Musik Tradisional Tiongkok

Bianzhong

JAKARTA, JIA XIANG – Meski Bianzhong (Hanzi : 编钟) telah ada sejak ribuan tahun lalu, namun alat musik kuno dari Tiongkok ini masih terus dimainkan hingga hari ini. Bahkan tahun lalu, penyanyi lagu-lagu rakyat Tiongkok yang terkenal dengan suara sopran-nya, Gong Linna, melakukan pertunjukkan di dua acara Perayaan Tahun Baru Imlek, dimana dia menyanyikan lagu-lagu karangan suaminya, Robert Zollitsh, yang berkebangsaan Jerman, yang juga memainkan Bianzhong. Seberapa jauh sebenarnya kita mengenal alat musik yang menakjubkan ini?

Bianzhong
Bianzhong

Bianzhong merupakan alat musik Tiongkok kuno yang terdiri dari satu rangkaian lonceng. Alat musik ini terbuat dari perunggu dan digantung pada sebilah papan kayu. Sebuah alat pemukul yang menyerupai palu digunakan untuk membunyikan lonceng-lonceng tersebut, sehingga menghasilkan melodi yang indah.
Tiongkok adalah negara pertama di dunia yang membuat dan menggunakan alat musik ini. Sejarah Bianzhong diawali sekitar 3,500 tahun silam yaitu pada zaman Dinasti Shang (1558 SM – 1046 SM). Pada masa itu, Bianzhong digunakan sebagai alat musik oleh kalangan atas dalam upacara-upacara ritual mereka.
Bianzhong memiliki beragam bentuk dan setiap lonceng-nya digantung pada papan kayu menurut nada yang dihasilkan. Lonceng-lonceng ini memiliki bagian yang menonjol seperti lensa dan permukaan luarnya terbuat dari baja. Bentuk alat musik ini memampukan lonceng-lonceng itu mengeluarkan dua nada berbeda saat dipukul, tergantung dari bagian yang terkena pukulan: bagian depan atau samping. Rentang nada dari setiap lonceng sebanding dengan 4 atau 5 jarak nada pada piano. Lonceng-lonceng ini juga menghasilkan nada yang serupa dengan piano.
Perangkat khusus Bianzhong ada yang dari tahun 433 SM yaitu dari Periode Negara -Negara Berperang (475 SM – 221 SM), yang digali dari makam Marquis Yi dari Zeng (Hanzi : 曾侯乙; Pinyin : Céng hóu yǐ) di Provinsi Hubei pada tahun 1978. Perangkat dengan jumlah 65 lonceng buah ini merupakan Bianzhong terbesar di dunia. Perangkat yang dilestarikan ini berukuran cukup besar, sehingga mampu memenuhi panggung gedung pertunjukan yang dikhususkan untuk musik modern. Perangkat ini mampu mengeluarkan 12 nada dengan jangkauan nada sebesar 5 oktaf. [JX/Tionghoa.info/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here