BNN Bekuk Penyelundup Narkoba Turunan Katinon

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso memperlihatkan barang bukti zat turunan katinon. (Foto: Humas BNN)

JAKARTA, JIA XIANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap kasus peredaran narkotika jenis 4-klorometkatinona atau 4-cmc, sebuah zat turunan dari katinon, sebanyak 50 liter. Narkoba ini dikirim dari Tiongkok melalui perusahaan jasa titipan. Bekerja sama dengan KPPBC Soekarno Hatta, BNN berhasil mengamankan dua tersangka bernama EPP alias E (50 th, wni, pria, pemesan dan distributor) dan HE (34 th, wni, pria, pemesan barang dari Tiongkok).

Beberapa waktu yang lalu, publik sempat ramai memperbincangkan satu jenis zat yang disalahgunakan dan dikenal dengan sebutan blue safir. 4-cmc ini lah zat adiktif yang terkandung didalam blue safir.

Terungkapnya kasus ini berawal dari informasi petugas KPPBC Soekarno-Hatta tentang adanya paket kiriman mencurigakan dari Tiongkok pada 13 Januari 2017.  Dari hasil pemeriksaan, diketahui paket kiriman tersebut berisi narkotika jenis 4-cmc dan akan dikirim ke dua alamat berbeda di kawasan Tangerang, Banten.

Tim BNN melakukan pengembangan dengan melakukan control delivery. paket pertama, berisi 25 liter katinone, dikirim ke sebuah ruko di kawasan Boulevard, Blok C.15, BSD, Tangerang, Banten. Paket lainnya sebanyak 25 liter katinon dikirim ke sebuah ruko di kawasan Gading, Serpong, Tangerang, Banten. Dari hasil pengembangan tersebut, BNN berhasil mengantongi nama Edi Pidono Phe alias Edi dan Hendro.

Tim BNN langsung bergerak dan berhasil mengamankan Edi Pidono Phe di terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Selasa (17/1/17), sesaat setelah mendarat dari Singapura. Sementara Hendro berhasil diamankan petugas BNN di terminal 2 bandara Soekarno Hatta  setibanya dari Singapura sehari setelah penangkapan Edi.

Adapun 4-cmc merupakan senyawa sintetik turunan katinon berbentuk kristal warna putih (banyak dalam bentuk bongkahan kristal besar). Namun, bentuk edarnya di Indonesia secara illegal adalah cairan berwarna biru dengan kemasan jual bernama “blue safir”.  Balai laboratorium narkoba BNN berhasil mengidentifikasi beberapa bentuk edar lainnya yaitu cairan berwarna coklat, cairan bening dalam kemasan botol warna hijau dan cairan berwarna kuning.

Senyawa 4-cmc tersebut berbahaya bagi kesehatan karena mempunyai efek stimulan seperti halnya shabu. Pengguna akan merasakan euforia, merasa senang, percaya diri, semangat dan aktif, agresif, gelisah, pusing, panik, halusinasi, insomnia, bicara ngelantur, dilatasi pupil, mulut kering, meningkatnya tekanan darah, dan pada dosis lebih tinggi dapat menyebabkan kejang, stroke, hingga koma.

Salah satu cara menyalahgunakan zat 4-cmc ini adalah dengan menyampurkannya kedalam berbagai jenis minuman, baik beralkohol maupun tidak, untuk menimbulkan efek gontai. Pada kasus ini, dari keterangan para tersangka 50 liter 4-cmc akan dikeringkan hingga menjadi serbuk. Saat menjadi serbuk, 50 liter 4-cmc ini akan menjadi serbuk 4-cmc seberat 42 kg.

Tidak ada takaran pasti berapa komposis 4-cmc yang dapat dicampur kedalam suatu minuman. Namun dari keterangan para tersangka, biasanya serbuk ini dapat dikemas kembali menjadi cairan siap saji sebagai campuran minuman. setiap 1 (satu) kilo serbuk 4-cmc dapat menghasilkan 1.200 botol siap saji dengan volume 15 ml/botol. Sehingga, 50 liter 4-cmc (42 kilo dalam bentuk serbuk) dapat menghasilkan 50.400 botol siap saji. menurut para tersangka, dipasaran, minuman yang telah dicampur dengan serbuk atau cairan 4-cmc ini bermerek dagang “snow white” dan di bandrol dengan harga Rp 600.000 / gelas.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, 4-klorometkatinona atau 4-cmc masuk kedalam daftar nomor urut 104 narkotika golongan i. Atas dasar peraturan tersebut, para tersangka dijerat Undang Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) juncto (jo) Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. [JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here