BNN Musnahkan 107 Kg Sabu dan 59.470 Butir Ekstasi

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso memimpin pemusnahan 107 kg sabu dan 50 ribu butir ekstasi, Jumat (15/4/16). (Foto: Humas BNN)

JAKARTA, JIA XIANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) musnahkan 107.549,58 gram (107,5 kg) sabu dan 59.470 butir ekstasi di garbage plant – sanitation PT Angkasa Pura II, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (15/4). Pemusnahan barang bukti dari 14 kasus narkotika ini merupakan pemusnahan keempat yang dilakukan BNN pada tahun 2016.

Sebelumnya petugas telah menyisihkan 168,5 gram sabu dan 315 butir ekstasi guna keperluan laboratorium, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendidikan dan pelatihan dari 107.718,08 gram sabu dan 59.785 butir ekstasi yang disita.

Kasus pertama dari barang bukti yang dimusnahkan, yakni kasus narkotika dengan tersangka CAH (WNI), FAB (WNI), DK alias Buyung (WNI), REB (WNI), dan S alias Muslim (WNI) dengan berat bruto barang bukti sabu sebanyak 25.431,9 gram. Para tersangka diamankan petugas pada hari Selasa (23/2), sekitar pukul 02.00 WIB, di Desa Bangun Sari Dusun II, Kelurahan Air Joman, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Pada kasus kedua petugas berhasil mengamankan 1 bungkus plastik bening berisi sabu seberat 5,72 gram dan 1 bungkus rokok putih berisi 2 bungkus plastik bening berisi sabu seberat 15,58 gram. Dari kasus ini petugas mengamankan S (WNI) di tempat parkir kuliner depan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Kamis (25/2).

Kasus ketiga merupakan kasus peredaran gelap narkotika yang melibatkan tersangka berinisial MS (WNI). MS diamankan petugas dengan barang bukti 3.013,40 gram sabu, di Jalan Raya Setu – Cileungsi dan dilanjutkan dengan penggeledahan di rumahnya di Kampung Dua RT. 002/RW 021 Kelurahan Jaka Sampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Rabu (9/3).

Peredaran gelap narkotika pada kasus keempat melibatkan dua orang tersangka berinisial SN alias Inov (WNI) dan CDA alias Dewi (WNI). Keduanya ditangkap pada Sabtu (12/3), sekitar pukul         11.00 WIB, di Jl. Bojong Raya Kp. Bojong Rt. 001/Rw. 026 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok Timur, Depok. Barang bukti yang berhasil disita dari kedua tersangka adalah sebanyak 925 gram sabu.

Pada kasus kelima, petugas mengamankan 306 gram sabu dari tersangka berinisial BW (WNI). BW diamankan di dalam sebuah gerbong kereta api Cepu Express, Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (14/3), sekitar pukul 09.30 WIB.

Kasus keenam merupakan kasus Narkotika yang melibatkan seorang tersangka berinisial TKN (WNI) dengan barang bukti sabu sebanyak 48 gram. Tersangka diamankan petugas pada Senin (14/3), sekitar pukul 15.10 WIB, di Jl. Raya Pakal Rt. 001/Rw. VI Kelurahan Pakal Kecamatan Pakal Kodya Surabaya, Jawa Timur.

Kasus ini merupakan kasus peredaran gelap Narkotika dengan barang bukti berupa 98 gram sabu. Dalam kasus ini, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial MS (WNI), di Jl. Banyu Urip Kelurahan Banyu Urip Kecamatan Cawan Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (14/3).

Pada kasus kedelapan petugas mengamankan 2 (dua) orang tersangka berinisial DIP (WNI) dan AWN alias Ucok (WNI). DIP diamankan ketika menerima paket berisi 521 gram sabu yang dikamuflasekan melalui paket kiriman berisi Gear Pump dari Malaysia. Ia diamankan di sebuah warung sate yang berada di bilangan Duren Sawit, Jakarta, pada Kamis (17/3). Selanjutnya petgas melakukan controlled delivery dan mengamankan AWN alias Ucok sesaat setelah menerima paket dari DIP di halaman parkir belakang SPBU Matraman, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Jumat (18/3).

Kasus kesembilan merupakan kasus yang melibatkan tersangka berinisial AC, MJ, F, UM, MSH, MW, dan APP. Ketujuhnya adalah warga negara Indonesia yang ditangkap di halaman parkir Hotel Aruni, Jalan RE Martadinata Rt. 006/Rw. 004 Kelurahan Ancol Kecamatan Pademangan Utara, pada Jumat (18/3), dengan barang bukti sabu sebanyak 39.606 gram.

Kasus ke-10 merupakan kasus narkotika dengan barang bukti sabu sebanyak 11.022,5 gram yang didapat dari tersangka I alias Ade, SH alias Agam, FR alias Radir, MA alias Din, dan IK alias Amin. Para tersangka diamankan di area parkir Indogrosir yang berada di Jl. Sisingamangaraja KM 6,3 Amplas, Medan, Sumatera Utara, pada Jumat (18/3).

Di kasus ke-11, yakni kasus dengan barang bukti 9.985 butir ekstasi dari tersangka berinisial AZ alias Ade alias Asep (WNI) dan AL (WNI). Keduanya diamankan di tempat berbeda. AZ alias Ade  alias Asep  diamankan di Jl. Tol Exit Tomang Km. 02, Jakarta Barat, sedangkan AL diamankan di area parker sebuah mall yang berada di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, pada Kamis (24/3).

Dalam kasus ke-12 melibatkan seorang warga negara Taiwan berinisial LWS. Ia diamankan di sebuah hotel yang berada di Jl. Marsekal Surya Darma, Tanggerang, Banten, pada Rabu (30/3), karena kedapatan memiliki sabu sebanyak 2.460 gram.

Kasus ke-13 merupakan kasus dengan tersangka berinisial M alias Achin yang ditangkap dengan total barang bukti 21.425,98 gram sabu dan 44.849 butir ekstasi. Achin ditangkap petugas di sebuah pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Gatot Subroto KM. 7,8, Medan, Sumatera Utara, pada Jumat (1/4).

Kasus terakhir, yaitu kasus narkotika dengan barang bukti berupa sabu sebanyak 2.839 gram, dengan tersangka berinisial H (WNI) dan A (WNI) yang diamankan petugas di Jl. Bulungan, depan Polsek Gunung Tabur Kelurahan Gunung Tabur Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Senin (4/4). [JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here