BNN Ungkap Kasus Pencucian Uang yang Libatkan Oknum Polri

JAKARTA, JIA XIANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jaringan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan barang bukti Rp 10 miliar. Barang bukti tersebut terdiri dari uang tunai sebanyak Rp 2,3 miliar dari tangan IL (oknum Polri); rekening tabungan sejumlah Rp 8 miliar milik napi Toge; dan uang tunai Rp 400 juta dari tangan Ahin.

Petugas pun menahan empat tersangka yaitu Togiman alias Toge (Napi LP. Lubuk Pakam), JT alias Janti (kakak Toge), IL (anggota Polri Polres KP3, Belawan), dan TH alias Ahin (yang menyerahkan uang dari Toge kepada IL..

Uang sebanyak Rp 2,3 miliar disita penyidik dari tersangka IL sebelum yang bersangkutan ditangkap. Uang tersebut kemudian diserahkan di kantor BNNP Sumatera Utara, Selasa (19/4/16). Sedangkan uang berjumlah Rp 8 miliar di rekening bank  atas nama Togiman yang dititipkan kakaknya JT alias Janti yang digunakan sebagai dana operasional saat ini sudah diblokir dan disita oleh penyidik.

Pengungkapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ini diawali dengan penangkapan MR alias Achin, Jumat (1/4/16) di Medan, Sumatera Utara, atas barang bukti 46.000 butir ekstasi; 20,5 kg sabu, dan 600.000 happy 5. Diduga narkotika itu berasal dari Togiman alias Toge seorang napi Lapas Lubuk Pakam yang ditahan dalam kasus nakotika saat ditangani Polrestabes Medan pada tahun 2011. Hakim menghukumnya dengan vonis 12 tahun penjara di Lubuk Pakam, Medan. Dia saat ini sudah diamankan di Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebelumnya Toge juga pernah ditangkap IL pada tahun 2009 dalam kasus narkotika dengan barang bukti 7 butir extasi. Kasus ini membuat dirinya divonis 1 tahun penjara.

Dalam kasus ini ditangkap juga JT (kakak Togiman) oleh penyidik BNN, Kamis (7/4/16) di Medan, Sumatera Utara karena rekeningnya digunakan oleh Togiman. Selain itu, ditangkap pula seorang berinisial TH alias Ahin yang mendapat perintah dari Togiman agar menghubungi AKP IL (anggota Polri Polres KP3, Belawan) untuk membantu pengurusan kasus MR alias Achin dengan imbalan sejumlah uang. Uang berjumlah Rp 2,3 miliar tersebut diserahkan tersangka Ahin kepada IL antara tanggal 1 – 7 April 2016.

Hasil koordinasi penyidik BNN dengan Propam Polda Sumatera Utara, pada tanggal 21 April 2016 IL ditangkap Propam di kantor KP3 Belawan dan diserahkan ke penyidik BNN di kantor Polda Sumatera Utara yang kemudian langsung dibawa ke BNN Jakarta tanggal 22 April. Kini, dia sudah ditahan.

Atas perbuatannya ketiga tersangka diancam pasal 137 huruf b UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 5 ayat 1 UU No.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.[JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here