BNPB Jajaki Kerja Sama dengan Jepang Prediksi Gempa

JAKARTA, JIA XIANG- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jajaki kerja sama dengan Earthquake Prediction Research Centre (EPRC) Japan. Adapun kerja sama itu akan mengembangkan teknologi prediksi gempa di Indonesia.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, teknologi yang dimaksud adalah gabungan teknologi canggih seperti satelit, radar, GPS sensor dan peralatan pendukung lain seperti pendeteksi gelombang elektromagnetik.

“Data yang digunakan berasal dari data satelit milik Amerika Serikat, Rusia, Jerman dan Jepang. Beragam data tadi kemudian diolah dan dianalisis dengan supercomputer artificial intelligence,” kata Sutopo dalam siaran pers yang diterima Jia Xiang, Kamis (6/4/17).

BNPB berharap kerja sama pengembangan teknologi dapat mewujudkan International Surface Artificial Intelligence Communicator (ISACO). “Nanti, setiap orang yang berada di wilayah rawan bencana akan mendapatkan informasi potensi ancaman gempa,” ujarnya.

Jepang telah dapat memprediksi potensi gempa sehingga masyarakat dapat siap siaga mengantisipasi resiko terburuk. Menurut analis citra satelit EPRC, Shigeyoshi Yagishita, EPRC berkeinginan untuk membantu Indonesia karena memiliki karakteristik dimana berada dekat dengan lempeng tektonik.

Shigeyoshi mengatakan, pihaknya tidak akan membebankan biaya kepada Pemerintah Indonesia apabila teknologi diterapkan di Indonesia. “EPRC memiliki tujuan yaitu menganalisis data besar dan menggunakan teknologi yang dipunyai untuk meminimalkan dampak gempa bumi dan berkontribusi untuk menyelamatkan lebih banyak umat manusia di dunia,” katanya.

Sebagai informasi, untuk penjajakan pengembangan teknologi prediksi gempa tersebut, BNPB akan bekerja sama dengan BMKG, BIG, BPPT, perguruan tinggi dan institusi lainnya.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here