Bos Group Modern Samadikun Hartono Ditangkap di Tiongkok

Samadikun Hartono. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Terpidana kasus penyelewengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono dikabarkan telah ditangkap Badan Intelijen Negara (BIN) di Tiongkok, Jumat (15/4/16).

Kabar penangkapan mantan Presiden Komisaris Bank Modern dibenarkan oleh Jaksa Agung HM Prasetyo. Dalam penjelasannya ke sejumlah media, Jaksa Agung menegaskan bahwa Samadikun Hartono bukan menyerahkan diri.  Tim yang terdiri dari berbagai unsur mulai dari BIN, Polri, dan Kejaksaan, menangkapnya. Wakil Jaksa Agung menjadi ketua tim pemburu Samadikun Hartono.

Saat ini, menurut Jaksa Agung, tim sedang membawa pulang sang terpidana. Setelah Samadikun Hartono tertangkap, lanjutnya, koordinasi dengan Kepala BIN Sutiyoso dan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dilakukannya.

Tahun 1997, bos Group Modern ini tersandung dalam kasus penyelewengan sejumlah dana BLBI senilai Rp169 miliar. Atas perintahnya, dana tersebut dicomot senilai Rp11 miliar untuk membayar surat berharga kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN). Atas dugaan penyelewengan dana BLBI, Samadikun Hartono diseret ke pengadilan di Pengadilan Negeri (PN)  Jakarta Pusat. Putusan majelis hakim pada 5 Agustus 2002, Samadikun dinyatakan bebas dari kasus yang menjeratnya.

Penunutut umum tidak puas sehingga segera kasasi ke Makhamah Agung (MA). Pada Juni 2003, MA mengabukan permohonan JPU, dengan menjatuhkan vonis kepada Samadikun dengan hukuman empat tahun.

Samadikun Hartono tidak terima dengan putusan kasasi yang menyatakan bahwa dia terbukti secara sah dan meyakinkan menggunakan dana BLBI. Dia melalui kuasa hukumnya mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Putusan majelis hakim di tingkat PK menguatkan putusan kasasi. Samadikun Hartono harus menjalani hukuman empat tahun penjara.

Lagi-lagi Samadikun tidak puas dengan putusan itu. Saat dia hendak dieksekusi, Samadikun melarikan diri ke luar negeri.[JX/W5]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here