Budaya Kerja Sama Mempermudah Pecahkan Persoalan

Jia Xiang – Budaya kerja sama di masyarakat Indonesia yang ada di President University,   mempermudah proses belajar bagi  mahasiswa asal Cina yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi itu. Kebiasaan bekerja kelompok diantara mahasiswa membuat  berbagai permasalahan yang dihadapi terasa ringan dan mudah untuk diselesaikan.
Pengakuan itu disampaikan oleh Alice (LV Dou Dou) dan Edward (Zhou Wengui) kepada Jia Xiang Hometown, di Kampus President University, Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (11/7/13).
Di lobi kampus yang dilengkapi sejumlah meja bulat itu, Alice dan Edward dari Provinsi He Nan, Cina bagian Timur mengatakan, mereka agak terkejut saat mulai belajar di situ, karena melihat mahasiswa yang sering membuat kelompok belajar dalam menyelesaikan tugas-tugas kampus.
“Di Cina, mahasiswa mengerjakan  sendiri tugas-tugas kampusnya, sehingga apa pun masalahnya harus dipecahkan sendiri dan terkadang itu terasa berat,” ujar Edward dengan bahasa Inggris beraksen Cina.
Pernyataaan Edward dibenarkan oleh Alice, wanita yang siang itu berbalut gaun terusan warna hijau muda. “Persoalan kuliah terasa mudah saat kami kerjakan bersama dan itu sangat menyenangkan bagi saya,” ujar Alice sambil tertawa hingga matanya hanya terlihat seperti dua garis lurus.
Sedangkan soal keragaman dan pluralisme, mereka tidak merasa asing, sebab di Cina banyak suku dan agama yang hidup rukun.  Yang kontras dengan di Cina adalah kebiasaan masyarakat Indonesia yang terlihat santai. Hal seperti itu menurut mereka tidak akan ditemui di Cina,  waktu dan pekerjaan harus dilakukan dengan cepat.
“Di Indonesia kami bisa ikut rileks melihat masyarakatnya yang ceria, murah senyum dan ramah. Di sini kami tidak stres dan sangat menikmati hidup,” ujar Alice.
Bahkan Edward berencana menetap di Indonesia dan mencoba menjalankan bisnisnya.  Menurut dia,  bisnis travel dan pertambangan cukup menarik untuk dijalankan. Sementara Alice lebih berkonsentrasi menyelesaikan pendidikannya dan belum berencana membuka usaha di Indonesia.
Di President University, Edward sudah memasuki tahun ketiga di jurusan bisnis administrasi, sedangkan Alice baru tahun pertama menekuni bidang bisnis internasional.
“Belajar di President University akan meningkatkan kemampuan kami dalam ilmu pengetahuan dan dapat meningkatkan kualitas hidup,” ujar Edward menjelaskan alasannya memilih bersekolah di situ.
Saat ini, secara keseluruhan ada sekitar 200 orang mahasiswa asal negeri Cina yang menempuh pendidikan di President University.   Untuk belajar di kampus tersebut tidak membutuhkan birokrasi yang rumit. Karena itu, banyak sekali mahasisiwa asal Cina yang belajar di President University. Namun mereka tetap punya standar nilai yang mesti dipenuhi agar diterima di universitas berkurikulum internasional itu.
Bagi kedua mahasiswa itu, terjun di tengah masyarakat Indonesia memberi warna tersendiri, terutama sikap ramah masyarakat. Karena itu, mereka tidak takut bepergian ke banyak lokasi di Indonesia. Seperti Edward misalnya yang sudah mengunjungi Surabaya, Bali, dan beberapa tempat lainnya.
Kalau soal makanan? “Saya suka sate ayam dan makanan dari ayam lainnya karena memang enak rasanya,” ujar Edward.  Sedangkan Alice mengatakan, “Kalau saya suka makan ayam, kambing, sapi dan sebagainya.”
Sementara itu, Asisten Direktur Marketing Communication  President University, Paulus Mimery mengatakan, kampusnya banyak diminati, karena memberi porsi lebih pada program magang. Tujuannya agar lulusannya siap memasuki dunia kerja. Bahkan kampus tersebut memiliki divisi Intensive Career Center (ICC) yang gencar bekerja sama dengan banyak perusahaan untuk magang para mahasiswa.
Menurut Paulus lokasi kampus di Cikarang juga tak lepas dari program magang tersebut, karena Cikarang kawasan industri yang membuat mereka terbiasa dengan lingkungan kerja.
“Di sini program magang menjadi utama, supaya lulusannya siap pakai dan program magang menjadi salah satu syarat untuk dapat maju ke jenjang pendidikan lebih tinggi,” ujar Paulus kepada Jia Xiang Hometown.
Dalam menjalankan magang itu, kata Paulus, para mahasiswa bisa memilih sendiri jenis pekerjaan yang diinginkan, lalu kampus membantu penempatannya.  [W1/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here