Bukti Sejarah di Auschwitz, Polandia

AUSCHWITZ , JIA XIANG – Sejarah akan terulang lagi, bagi mereka yang tidak mengindahkan fakta sejarah. Kekejaman era rezim Adolf Hitler pada masa Perang Dunia  II, tahun 1939 sampai tahun 1942 terhadap para akademisi, rohaniwan, tawanan perang, orang -orang keturunan Yahudi , termasuk para kriminal Polandia, tidak akan terlupakan bagi siapapun juga. Kamp penyiksaan dan pembantaian massal Auschhwtz, Polandia, menjadi saksi sejarah sisi kehidupan umat manusia di era peperangan tersebut. Hati kita akan tersentuh dan terpana ketika mengunjungi sebuah kamp konsentrasi Auschwitz, yang berjarak sekitar 60 km dari Kota Krakow, Polandia, dan didirikan oleh rezim Nazi di bawah kepemimpinan Adolf Hitler pada tahun 1939. aus 2
Emosi siapa yang tidak akan meluap saat mendengar cerita seorang guide, warga Polandia, tentang kekejaman Hitler pada masa tersebut, terutama terhadap para tahanan. Apa yang diperbuat oleh Fuhrer (pimpinan) Hitler terhadap para tawanan perang itu adalah tindakan yang sudah direncanakan? Spontan ucapan yang akan keluar dari mulut kita adalah “sadis, keji, dan kejam”.
Pusat kamp konsentrasi yang awalnya bertujuan untuk membuat para tawanan menjalani kerja paksa, telah beralih fungsi menjadi tempat penyiksaan, pembantaian terhadap orang-orang yang tidak berdosa.
Semboyan yang disuarakan oleh Hitler dalam kamp “arbeit macht frei (Work brings freedom) atau kerja untuk kebebasan, pun hilang maknanya. Para tahanan yang kerja di sini bukan lagi menjalani tugas untuk bebas, tapi telah mengarah pada sebuah ambisi keji Hitler untuk menjadikan bangsa Jerman superior terhadap bangsa lain. Contohnya, kebengisan Hitler untuk menghabiskan etnis Yahudi, yang dipraktikan dalam kamp Auschwitz.
Para tahanan keturunan Yahudi Jerman dan Polandia disiksa secara perlahan-lahan dengan berbagai alat seperti besi panggang api, bahkan mereka dijadikan eksperimen dalam peralihan gen terhadap para korban serdadu Jerman. Misalnya, kaki tentata Jerman yang cacat, akan diganti dengan dengan kaki baru berasal dari kaki seorang tawanan keturunan Yahudi. Bukan cuma itu, para tahanan yang anggota tubuhnya masih normal, dibohongi untuk mandi massal. Mereka dikumpulkan dalam satu barak, dan ternyata “dihabisi” secara massal dengan Menghirup gas beracun dalam sekejap mata.
Penyiksaan demi penyiksaan dilakukan oleh tentara terhadap para tahanan keturunan Yahudi di barak-barak bekas peninggalan tentara Polandia. Karena itu, hidup dan mati para tahanan tergantung pada eksekutor di lapangan. Bilamana bernasib baik, mereka tetap hidup. Namun sebaliknya bila bernasib buruk, ajalpun tiba di tangan eksekutor di barak. Sering pula di dalam barak, para tahanan yang ratusan jumlahnya dipaksa buang air besar bersamaan dalam waktu yang sama. aus 5
Makanan buat para tahanan dipersiapkan seadanya, sehingga mati kelaparan merupakan hal yang lumrah. Jangan berharap mereka bisa lari ke luar barak kamp konsentrasi tersebut. Bila ada seorang tahanan yang hilang, maka posisi harus diganti oleh anggota keluarga lainnya atau 10 orang tahanan lain dalam 1 barak, sehingga untuk melarikan diri adalah risiko yang harus diperhitungkan.
Menurut Margareth, pemandu wisata di tempat itu, seperti dilaporkan Jia Xiang hometown, bahwa di bawah kepemimpinannya, Hitler telah membunuh sekitar 6 juta jiwa di Eropa dalam Perang Dunia II dan di Kamp Auschwitz ada sekitar 1,7 juta nyawa warga berdarah Yahudi lenyap.
Ada banyak versi tentang motif pembunuhan terhadap warga keturunan Yahudi oleh Hitler. Bisa jadi motif ini masih berupa misteri. Namun dengan Kamp Konsentrasi Auschwitz yang dijadikan tempat wisata, maka secara tidak langsung memperlihatkan bahwa perang bukan sebagai solusi final untuk mengatasi sengketa suatu bangsa, apalagi sampai diwarnai dengan genosida atau menghabiskan satu ras tertentu. [JX/Iman Sjahputra]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here