Cermat Gunakan Kosmetika

Berbicara soal kecantikan, tidak lepas dari bicara soal kulit. Tepatnya perawatan kulit. Banyak orang, khususnya kaum perempuan merasa penampilan mereka di muka umum akan terganggu bila wajahnya berkerut, terlihat kusam atau kendur.

Banyak cara untuk mengatasi  penampilan ini, termasuk merawat kulit supaya terlihat lebih cerah, kencang dan berseri, walaupun sudah masuk usia senja. Namun harus berhati-hati, ungkap dr  I Dewa Ayu S,MBiomed SpKK, sebab perawatan kulit khususnya wajah bagi kaum perempuan, tidak bisa dilakukan sekali atau sesaat. Paling tidak perawatan seperti itu harus berlanjut dan rutin.

Biasanya kekhawatiran penampilan kulit wajah, khususnya, kaum perempuan menggunakan aneka bahan kosmetika. Menurut  dr Ayu, perawatan wajah ini biasanya dilakukan dua cara yaitu di rumah dan di luar rumah seperti di salon atau klinik kecantikan.  Perawatan di rumah, biasanya dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan kosmetik yang standar, seperti membersihkan wajah dengan krim sesuai dengan jenis kulit.

Dengan kata lain perlengkapan kosmetik yang biasa digunakan di rumah, juga harus dimengerti oleh para pemakai. Banyak yang menggunakan kosmetika  atau perawatan kulit, yang terkadang sebenarnya adalah tergolong obat.

“Nah ini kategori obat, seharusnya diberikan oleh dokter. Sebab bahan-bahan ini adalah jenis obat,” ujar dr  Ayu, panggilan akrab dr I Dewa Ayu  kepada Jia Xiang Hometown beberapa waktu lalu.  “Dalam merawat wajah ini alangkah baiknya memang tidak sembarangan, harus ke orang yang memang ahli. Tetapi terkadang  bahan yang tergolong obat untuk perawatan wajah dijual bebas. Jadi alangkah baiknya pergi ke ahlinya.”

Bila sembarangan merawat wajah, maka kemungkinan muncul efek samping bisa lebih besar. Jadi, dr Ayu mengingatkan agar lebih cermat menggunakan bahan kosmetika yang tergolong obat-obatan.

Kedua, perawatan di luar rumah.  Perawatan jenis ini bisa bermacam-macam,  ada yang disebut peeling (perawatan dengan proses pengelupasan kulit terluar, sehingga muncul  lapisan kulit baru dan lebih sehat), radio frekuensi (kulit dipanaskan. Panas itu mampu merangsang pembentukan kolagen di bawah kulit. Kolagen inilah mampu membuat wajah terasa lebih kencang),  ada pula tanam benang yang bisa mengencangkan kulit wajah.  Tetapi ada juga dengan metode botox  (Botulinum Toxin) yang membuat oto wajah lebih rileks dan dapat menghilangkan kerutan di wajah.

“Yang pasti perawatan seperti itu tidak akan tahan lama. Karena itu, perawatan seperti ini tidak bisa dilakukan sekali, tetapi harus rutin,” ujar dr Ayu.  Dengan kata lain, perawatan seperti tanam benang itu, bisa bertahan 1 – 2 tahun.  Melalui perawatan seperti ini, wajah akan teras kencang kembali. Tetapi perawatan ini harus bisa dilakukan rutin. Bila sekali, setelah masa itu, maka wajah akan terlihat seperti semula sebelum dirawat.

Di sisi lain, dr Ayu, panggilan dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Royal Progress Sunter, Jakarta Utara, adalah bahwa sebenarnya banyak perawatan wajah yang dilakukan melalui tindakan medis. Yang namanya tindakan medis, maka perlakuannya sama dengan tindakan medis lainnya. Semua harus serba steril, seperti tanam benang. Jarum yang digunakan itu harus steril. Begitu juga perawatan dengan botox, semua serba menggunakan obat.

Karena itu, metode perawatan seperti ini banyak menggunakan obat, artinya memang harus dilakukan oleh dokter. Begitu juga dengan penggunaan kosmetik seperti anti aging, menurut dokter Ayu, sebaiknya kaum perempuan jangan sembarangan. [JX/Eka]

 

*) Artikel ini dimuat di Tabloid Jia Xiang Hometown, Edisi II / 2015

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here