China Revisi Sejarah Perang Korea

Jia Xiang – Bertepatan dengan peringatan 60 tahun Perang Korea, China akhirnya menulis ulang sejarah tentang asal-muasal konflik itu dimulai. Sebanarnya langkah itu hanya untuk menunjukkan  siapa saja yang harus bertanggungjawab terhadap Korea Utara.

Sampai saat ini, China kukuh mendukung sekutu mereka Korea Utara, termasuk pihak-pihak yang dibela dalam perang tersebut.

China sebelumnya menegaskan bahwa perang dilancarkan untuk mengusir agresi Amerika. Karena itu, judul resmi konflik  yang muncul di China  adalah “Perang Melawan Amerika dan Membantu Korea”.

Buku teks sejarah China menyatakan bahwa Perang Korea dimulai ketika  “Amerika Serikat membentuk sebuah pasukan PBB yang beranggotakan 15 negara dan melintasi sepanjang wilayah perbatasan, sebagai langkah mengobarkan api perang di Sungai Yalu.”

Karena itu, dalam aksi tersebut, media resmi China menyatakan  bahwa Korea Utara yang pertama kali terkena serangan. Dalam sebuah laporan khusus, disebutkan: “Pada tanggal 25 Juni 1950, tentara Korea Utara berjalan melintasi Paralel 38  dan mulai menyerang.  Tiga hari kemudian, Seoul jatuh.”

Pada waktu itu, hubungan China dan Korea Utara sedekat “bibir dan gigi”, ungkap Mao Tse-tung.

Perang Korea, sampai kini belum resmi berakhir, telah dilupakan oleh sebagian besar negara Barat, meskipun jumlah korbannya mencapai antara dua sampai tiga juta orang dalam pertempuran itu.

Bagaimanapun juga,  di Asia, kenangan perang masih terasa kuat dan hubungan emosi maupaun aliansi Beijing dan Pyongyang sampai kini pun masih terasa kuat.
Sementara itu, beberapa sejarawan China secara pribadi  masih ada yang berpandangan bahwa Korea Utara adalah agresor perang itu. Pandangan  sebagai aggressor itu didorong oleh keinginan Kim Il-sung untuk menyatukan Semenanjung Korea di bawah bendera Komunis. Hal tersebut tetap masih sangat sensitif.

“Tidak tepat bagi saya untuk mengomentari masalah ini,” kata Zhang Liangui,  profesor studi Korea di Sekolah Partai Komunis Tengah di Beijing. “Saya tidak menyadarinya. Setahu saya belum ada perubahan pandangan resmi mengenai  perang itu.”

Sementara itu, Global Times, surat kabar di China, memberitakan bahwa: “saatnya untuk memperbarui dan memperkuat upaya-upaya para sarjana China untuk menemukan kebenaran tentang Perang Korea.”

Di Seoul, pemerintahnya mengadakan upacara resmi untuk mengingat perang dan Lee Myung-bak, Presiden Korsel, memberikan  penghormatan terakhir. “Enam puluh tahun lalu, komunis Korea Utara, di akhir pekan  subuh mulai menembaki semua orang yang terlelap dalam tidur  mereka,” katanya. [E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here