“Chuxi Shousui”

Makam malam bersama (Foto: JX/Ist)

JAKARTA, JIA XIANG – Chuxi adalah malam terakhir pada setiap tahun penanggalan Imlek. Chuxi bersambungan dengan hari pertama di tahun yang baru.  Kata  chu  dalam chuxi berarti “menghilangkan, bertukar”.

Makna chuxi adalah “bulan dan tahun berakhir”.  Orang menghapuskan yang lama dan menyambut yang baru. Tahun yang lama telah hilang, dan tahun yang baru telah datang.  Karena itu,  aktivitas saat chuxi berpusat pada meninggalkan yang lama, dan menyambut yang baru, menghilangkan bencana dan membangun harapan kebahagiaan.

Pada dinasti Zhou dan Qin, saat satu tahun akan berakhir, istana akan mengadakan seremoni tarian  Zhongkui , danuo, serta membunyikan atau menabuh   genderang untuk mengusir roh jahat, yang disebut  zhu chu.

Pada perkembangan selanjutnya, hari sebelum chuxi dinamakan xiaochu, yang berarti malam tahun baru kecil.  Sedangkan chuxi sendiri dinamakan dachu, yang berarti malam tahun baru besar.

Menempel Dewa Pintu

Di daerah-daerah di Tiongkok saat merayakan tahun baru Imlek ada tradisi menempel dewa pintu. Pada mulanya dewa pintu berbentuk pahatan kayu, yang digantungkan pada dua sisi pintu. Lalu berubah menjadi lukisan dewa pintu yang ditempel di pintu.

Menempel  Chunlian (kuplet tahun baru)

Chunlian juga disebut  mendui,  chuntie,  merupakan sejenis kuplet, yang karena ditempel waktu tahun baru Imlek, namanya menjadi chunlian.

Menempel Nianhua (gambar tahun baru)

Tradisi ini bermaknakan harapan dan menghias rumah. Gambar tahun baru adalah salah satu kesenian tradisional Tiongkok kuno, yang merefleksikan kepercayaan rakyat, melambangkan harapan rakyat terhadap masa depan.

Shousui

Pada malam tahun baru, ada tradisi shousui (bergadang), yang juga disebut  ao nian. Shousui dimulai saat makan malam, yang harus dinikmati perlahan, dan ada kalanya selesai pada larut malam. [JX/belajartionghoa.com/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here