Cina-AS Selalu Tegang Soal LCS

Peta Laut Cina Selatan (Foto: JX/BBC)

WASHINGTON, JIA XIANG – Beberapa waktu lalu ketika digelar pertemuan negara-negara Industri, G7 di Italia. Ada hal yang menarik yaitu di akhir pertemuan tingkat tinggi itu, mereka mengeluarkan pendapat yang menyinggul soal klaim Cina atas kawasan di Laut Cina Selatan (LCS) dan Laut Cina Timur (LCT).

Cina meminta supaya, negara-negara itu tidak turut campur dalam persoalan ini, sebab ini masalah klaim wilayah laut tersebut dapat diselesaikan tanpa adanya campur tangan dari pihak lain. Karena itu, Cina meminta agar G7 menghentikan pendapat-pendatanya tentang LCS dan LCT yang dianggap tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Persoalan LCS ini memang menarik perhatian banyak pihak, tidak kecuali AS. Bahkan AS selama ini diketahui selalu berada di belakang negara yang dianggap bersengketa dengan Cina soal LCS dan LCT. Di LCS, AS tampaknya berada di belakang Filipina dan Taiwan untuk kawasan LCT.

Karena itu, hubungan AS dengan Cina, terkait hal ini dianggap banyak pihak selalu pasang-surut. Sampai-sampai AS dianggap sudah terlalu jauh mencapuri urusan regional itu. Hal ini memang dibuktikan AS melalui sikap dan pernyataannya yang tidak akan menerima langkah Cina melengkapi sejumlah pulau buatan di LCS, terutama terkait  dengan peralatan dan fasilitas militer.

Klaim Berbelihan

Menurut Menteri Pertahanan AS, James Mattis, ketika berbicara di forum keamanan di Singapura, langkah semacam itu mengancam stabilitas kawasan. Artinya langkah Cina tersebut dapat menganggu sekaligus mengancam keamanan dan stabilitas kawasan LCS.

“Kami menentang negara-negara yang memiliterisasi pulau-pulau buatan, dan menguatkan klaim maritim secara berlebihan. Kami tidak bisa dan tidak akan menerima perubahan koersif dan sepihak terhadap status quo,” ujar Mattis yang dikutip VOA. – Baca juga Ketegangan Maritim, Tambah Masalah.

Ucapan tersebut mengemuka setelah bulan lalu sebuah kapal perang AS dilaporkan berlayar di dekat pulau buatan yang dibangun oleh Cina di LCS. Kemudian pesawat tempur AS dicegat dua pesawat tempur Cina di wilayah udara internasional di atas LCS.

Di samping itu, Presiden AS Donald Trump dan pejabat senior AS lainnya sebenarnya telah berulang kali mengatakan bahwa AS akan melindungi kepentingannya di LCS, yang merupakan rute perkapalan penting.

Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, sendiri pernah pernah mengingatkan bahwa negaranya akan mengirim sinyal yang jelas kepada Cina bahwa pembangunan pulau dihentikan dan akses ke pulau-pulau itu tidak akan diperbolehkan.

Tampaknya saling berbalas pantun pun semakin ramai diantara kedua negara ini.  Sebab Cina sendiri tidak akan tinggal diam. Melalui Kementerian Luar Negeri-nya, Cina juga membalasnya dengan menegaskan, Beijing akan tegas mempertahankan haknya di kawasan LCS.

Sejumlah negara, termasuk Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei, telah bersengketa mengenai hak kepemilikan sejumlah pulau dan karang di LCS. Namun, beberapa tahun terakhir, sengketa bertambah panas sehubungan dengan tindakan Cina yang mendirikan pulau buatan di wilayah tersebut.  [JX/Rtr/Chinadaily/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here