Cina Berduka

Jia Xiang – Tewasnya seorang warga Cina pada peristiwa pengeboman di Boston, Amerika Serikat menimbulkan rasa duka yang mendalam di negeri tirai bambu itu. Ribuan pengguna internet melalui berbagai jejaring sosial di negara itu, mengirimkan ucapan duka dan sekaligus mengecam tindakan teroris itu.
Bahkan, Presiden Cina, Xi Jinping  juga mengungkapkan rasa penyesalannya atas wafatnya mahasiswa warga negaranya.

Konsulat Cina di New York, Amerika Serikat, mengkonfirmasikan bahwa  salah satu  korban tewas akibat pengemboman itu adalah mahasiswa Univeritas Boston ,  hari Selasa (16/4/13). Tapi konsulat itu tidak mengeluarkan namanya    atas  permintaan keluarga korban. Namun media barat sudah mempublikasikan namanya yaitu Lingzi Lu (23 tahun).

Lingzi  berasal dari wilayah timur laut kota Shenyang.  Namun sampai Rabu (17/4/13) Konsulat AS di Shenyang, belum menerima pengajuan visa dari keluarga Lingzi.
Orang tua Lingzi mengatakan bahwa kematian anak satu-satunya itu bagai  “tusukan belati di jantungnya”.

Sementara itu, Ma Xiaojia, teman sekelas  Lingzi Lu  mengatakan Lingzi adalah kawan yang baik dan menyenangkan. “Kita mengucapkan turut berduka cita mendengar berita  tentang dia,” ungkap Ma.

Bom di Boston itu ketika lomba lari maraton berlangsung. Dan ledakan tersebut terjadi di dekat garis finis lomba yang mengakibatkan 170 orang luka-luka dan tiga tewas.
Sementara itu warga Cina lainnya yang juga menderita korban luka adalah Zhou Danling. Dia juga mahasiswa dari Universitas Boston dan masih dirawat di RS Boston Medical Center, dan kondisinya stabil. Namun mahasiswa lainnya, Qian Tingting, yang menyaksikan lomba itu, tidak terluka.

Sedangkan Robert Hill, Dekan Marsh Chapel Universitas Boston, yang mengunjungi Zhou di rumah sakit mengatakan, mahasiswanya itu dalam kondisi yang baik. “Dia sudah menjalani dua kali operasi pada hari Senin dan Selasa,” tambah Hill. [berbagai sumber/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here