Cina Desak AS-Rusia Tingkatkan Komunikasi Soal Suriah

Rapat Dewan Keamanan PBB (Foto: JX/Xinhua)

BEIJING, JIA XIANG – Cina mendesak semua pihak, khususnya Amerika Serikat dan Rusia, untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi guna menghindari perselisihan terkait penyelesaian krisis Suriah.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, Kamis (13/4/17) di Beijing, setelah Rusia menveto usulan resolusi usulan Inggris dan Amerika Serikat (AS). Resolusi itu menuntut dipercepatnya investigasi dugaan penggunaan senjata kimia dalam serangan di Provinsi Idlib, Suriah, pada 4 April lalu.

Negara-negara Barat, termasuk AS, menuduk pemerintah Suriah sebagai pelaku serangan itu. Sebagai tanggapannya, AS pun meluncurkan 59 rudal penjelalah ke pangkalan milter Shairat di Suriah bagian tengah.

Sedangkan Duta Besar Rusia untuk PBB, Vladimir Sfronkov, yang dikutip media mengatakan bahwa rancangan itu menuduh pemerintah Suriah yang bertanggunjawab atas serangan tersebut.

“Sebuah solusi politik adalah satu-satunya cara mengatsi msalah Suriah,” tegas Wang kepada wartawan setelah bertemu Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Malki di Beijing.  Bahkan Cina mengajak msyarakat internasional untuk menjaga solidaritas dan terus mendukung PBB sebagai saluran utama media penyelesaian krisis ini.

Karena itu Cina memastikan bahwa utusan khusus negara itu untuk Suriah, xie xiaoyan, akan mengunjungi negara-negara yang terlibat dalam krisis ini untuk memperdalam pertukaran pandangan. Namun Cina tetap mengecam dan menentang penggunaan senjata kimia.

“Cina mendukung digelarnya investigasi independen dan komprihensif dalam mengatasi penggunaan senjata kimia di Suriah,”   [JX/Xinhua/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here