Cina, Jepang, Korsel Sepakat Tolak Proteksionisme Perdagangan

(Foto: JX/ businesskorea.co.kr)

YOKOHAMA, JIA XIANG –  Para menteri keuangan Jepang, Cina dan Korea Selatan sepakat untuk menolak berbagai bentuk proteksionisme. Kesepakatan  yang dicapai pada pertemuan G20, Jumat di Yokohama, Jepang, membuktikan bahwa mereka memperlihatkan sikap yang tegas dalam menentang proteksionisme.

“Kita sepakat bahwa perdagangan adalah salah satu mesin pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang paling penting. Perdagangan dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja,” ungkap para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari tiga negara tersebut yang tertuang dalam sebuah komunike bersama setelah pertemuan G20 tersebut.

Pertemuan G20 di Tokyo itu, digelar di sela-sela rapat tahunan Bank Pembangunan Asia di Yokohama, Jepang.

Mereka, bahkan sepakat menentang proteksionisme itu,” tulis komunike tersebut, sambil mempertahankan sebuah garis dalam kalimat yang telah dihapus- dibawah tekanan Washington- dari komunike G20 bulan Maret lalu saat para pejabat bidang keuangan kelompok negara ekonomi maju itu bertemu di Jerman.

Cina telah memposisikan dirinya sebagai pendukung perdagangan bebas terkait imbauan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang ingin mengedepankan kepentingan Amerika lebih dulu dan menarik diri dari berbagai kesepakatan perdagangan internasional.

Sementara komunike yang dicapai di Jepang ini menyebutkan bahwa ekonomi Asia diperkirakan relatif tetap bertumbuh berkat pemulihan yang jangka panjang di bidang manufaktur dan perdagangan.

Tetapi mereka diingatkan adanya risiko penurunan dan para pembuat kebijakan diminta menggunakan “semua perlengkapan kebijakan” dalam mencapai pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, berimbang dan inklusif.

“Kita ingin melanjutkan komunikasi tingkat tinggi dan koordinasi diantara Cina, Jepang dan Korea dalam mengatasi kemungkinan ketidakstabilan keuangan  terkait dengan meningkatnya ketidakpastian  ekonomi global dan ketegangan geopolitik,” tulis komunike itu.

Bahkan kesepakatan tiga negara itu juga menyebutkan, mereka sepakat bahu-membahu di bawah naungan kerangka kerja G20 dan berupaya mensukseskan KTT G20 pada bulan Juli nanti di Hamburg, Jerman. [JX/Rtr/SCMP/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here