Cina Marah, AS Jual Senjata ke Taiwan

Angkatan Bersenjata Taiwan (Foto: JX/Ist)

BEIJING, JIA XIANG – Pengumuman kesepakatan penjualan senjata Amerika Serikat  (AS) ke Taiwan, senilai 1,4 miliar dollar AS,  menjelang pertemuan yang direncanakan oleh Presiden Cina Xi Jinping dengan Presiden Donald Trump  di sela-sela KTT G20 di Hamburg, Jerman, sangat ditentang oleh Cina.
Hal itu ditegaskan oleh Duta Besar Cina untuk Washington, Cui Tiankai kepada wartawan. “Kami telah menyatakan penolakan tegas terhadap AS,  dan kami akan memberikan hak kami untuk melakukan tindakan lebih lanjut,” Cui  kepada wartawan di Washington untuk memperingati 20 tahun serah terima Hong Kong ke Cina.

Paket penjualan senjata tersebut diumumkan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS pada hari Kamis (29/6/17).

Kesepakatan AS-Taiwan ini terdiri dari tujuh hal,  termasuk dukungan teknis untuk radar peringatan dini, rudal anti-radiasi, torpedo dan komponen untuk rudal SM-2, demikian laporan kantor berita Associated Press (AP).

Sementara itu, Kongres AS telah diberitahu tentang penjualan tersebut,  ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert.  Sedangkan  seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menambahkan dalam sebuah email: “Pemberitahuan hari ini sesuai dengan Undang-Undang Hubungan Taiwan dan dukungan kami terhadap Taiwan dalam meningkatkan  kemampuan pertahanan diri yang memadai.

Bahkan email itu menambahkan, “Tidak ada perubahan pada kebijakan ‘satu-Cina’  lama yang telah ada berdasarkan Tiga Komunike Bersama dan Undang-Undang Hubungan Taiwan.”

Pengumuman tersebut diumumkan satu hari setelah Komisi  Persenjataan Senat AS menyetujui sebuah RUU yang mengizinkan persinggahan  reguler  kapal angkatan laut AS di pelabuhan-pelabuhan Taiwan sebagai bagian dari langkah kebijakan pertahanan tahunan.

Cina pun menanggapi RUU tersebut dengan penuh kemarahan. “Kami sangat prihatin dan tegas menentang RUU yang disetujui oleh Komisi Persenjataan Senat,” kata Lu Kang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Kamis.

Pertanyaan Taiwan bermuara pada kedaulatan dan integritas teritorial Cina, dan termasuk dalam urusan dalam negeri Cina,  tegas Lu sambil menambahkan, pihaknya mendesak AS untuk menghormati komitmennya atas pertanyaan Taiwan tersebut, segera hentikan kontak militer dan penjualan senjata ke Taiwan dan hindari  rusaknya  hubungan bilateral dan kerja sama bilateral di wilayah yang lebih luas. [JX/SCMP/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here