Cina Mulai Membuka Diri

Beijing, Jia Xiang – Pengguna internet di Cina telah mencapai sekitar 600 juta orang. Pada akhir 2011 saja jumlah pengguna internet di Cina telah melampui jumlah populasi Amerika Serikat yang hanya 300 juta lebih sedikit.

Chatting dan berinteraksi pada instant messaging menjelajah situs jejaring sosial dan mencari hiburan merupakan aktivitas paling populer di kalangan pengguna. Begitu pun jumlah pengguna internet yang menonton video online juga naik dan lebih dari seperempat pengguna internet asal Cina kini melakukan pembelian di dunia maya.
Cina juga memiliki situs lokal terbesar di dunia. Hampir 13 juta situs menggunakan top level domain .cn. Hampir seluruh pengguna internet memiliki koneksi broadband, dan pemerintah juga sedang berusaha untuk menyambungkan lebih banyak daerah terpencil ke internet.

Melalui internet, rakyat bisa menyampaikan aspirasinya ke pemerintah. Banyak pejabat di pusat maupun di daerah yang diadili, berdasar laporan, keluhan masyarakat di jejaring sosial.

Kinerja pemerintah yang kurang memuaskan menurut rakyat pun, kini bisa disampaikan “bebas” di jejaring sosial dan mendapat respons dengan beragam kebijakan reformasi yang dilakukan oleh Pemerintah.

Internet telah menjadi sarana “demokrasi” ala Cina. Negeri Tirai Bambu ini kini makin membuka diri, semakin terbuka dengan dunia luar. Cina bukan lagi negara di balik tirai bambu, yang tertutup. “Cina bukan lagi Negeri Tirai Bambu,” ungkap diplomat senior yang juga mantan Dubes RI untuk Cina merangkap Mongolia Imron Cotan.

Revolusi internet di Cina untuk mendukung keterbukaan ekonominya, telah dicanangkan awal abad 21, saat China dipimpin generasi ketiganya Jiang Zemin-Zhu Rongji. Revolusi internet merupakan salah satu bagian dari reformasi dan keterbukaan Cina yang dicanangkan Den Xiaoping pada era 1970-an, dan membuat Cina kini besar dan disegani. [Ant/B1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here