Cina Sepakat Kembalikan Wahana Tanpa Awak AS

UUV AS (Foto: JX/VOA)

WASHINGON, JIA XIANG – Pentagon, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan ,  telah “sepakat” dengan Cina untuk mengembalikan wahana tanpa awak (UUV) atau drone bawah air mereka yang disita di Laut Cina Selatan.

Cina merampas wahana tak berawak itu di perairan internasional pada Kamis (15/12/16). Cina tak menjelaskan alasannya dan menuding AS “membesar-besarkan” insiden itu.  Presiden terpilih AS Donald Trump menuduh Cina melakukan “pencurian”.

“Kita harus mengatakan, kepada Cina bahwa kita tidak ingin drone yang mereka curi dikembalikan, biarkan mereka saja menyimpannya!”  demikian cuitan Trump melalui Twitter.

Insiden ini merupakan salah satu konfrontasi militer yang paling serius antardua kekuatan selama beberapa dasawarsa. Pentagon mengatakan, pesawat tak berawak bawah air, tengah digunakan untuk melakukan penelitian ilmiah pada saat dirampas.

Mereka memperingatkan Cina untuk tidak mengulangi langkah tersebut di masa yang akan datang.  Namun, kemudian seorang juru bicara mengatakan, kedua pihak telah mencapai kesepakatan pada Sabtu (17/12/16).

“Lewat perjanjian langsung dengan pihak berwenang Cina, kami akhirnya mencapai kesepakatan bahwa Cina akan mengembalikan UUV ke Amerika Serikat,” kata  Juru Bicara Pentagon Peter Cook dalam sebuah pernyataan.

Kementerian pertahanan Cina mengatakan, drone itu akan dikembalikan dengan  “cara yang pantas”,  namun belum jelas kapan pengembalian itu akan dilakukan.  Sebelumnya, kementerian pertahanan menanggapi reaksi AS, menyebutnya  “tidak pantas dan tidak membantu”.

Trump membangkitkan kemarahan warga Cina setelah berbicara dengan pemimpin Taiwan di telepon awal bulan ini, memecahkan tradisi diplomasi AS selama ini dalam sengketa Cina dan Taiwan.

Kapal angkatan laut Cina menyita drone tak berawak di Laut Cina Selatan sekitar 80 km barat laut dari Subic Bay, Filipina, pada Kamis (15/12/16). Wahana ini diambil dan diperiksa untuk menjaga keselamatan kapal-kapal yang lewat, kata Kementerian Pertahanan Cina dalam sebuah pernyataan.

AS mengatakan pesawat tak berawak itu sedang dioperasikan oleh kontraktor sipil dan hendak diambil oleh USNS Bowditch, sebuah kapal penelitian oseanografi. AS sudah melayangkan pengaduan diplomatik resmi kepada Cina atas insiden tersebut. [JX/VOA/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here