Cina Sulit Lacak Dana Koruptur di Luar Negeri

Para tersangka korupsi di Cina (Foto: JX/Ist)

BEIJING, JIA XIANG – Cina akan meningkatkan upaya untuk mengembalikan uang yang kemudian dilarikan ke luar negeri, sebagai bagian dari tindakan pemberantasan korupsi, kata media pemerintah. Langkah itu dilakukan setelah para pejabat negara tersebut kesulitan melacak tersangka korupsi dan aset mereka yang lari ke luar negeri.

Dalam mengamankan kekayaan haram dari para pejabat korup yang lari ke luar negara telah menjadi bagian dari program kampanye antarlembaga “Sky Net” yang diluncurkan pada tahun 2014. Walau pun demikian pemerintah tetap mendapat pujian karena sejauh ini sudah dapat menangkap ratusan buronan yang lari ke luar Cina.

Untuk memburu para buronan di luar negeri, Cina berusaha meningkatkan kerja sama internasional. Program ini semakin digencarkan terutama sejak Presiden Xi Jinping mulai memerangi korupsi hampir empat tahun yang lalu.

Tapi beberapa negara Barat enggan membantu Cina. Bahkan kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia (HAM) di luar negeri mengatakan para tersangka tindak kriminal itu mendapat perlakuan buruk dan ini tetap menjadi masalah di Cina. Kelompok HAM ini juga mengeluh, karena Cina tidak bersedia untuk memberikan bukti tentang aksi kejahatan para buronan itu.

Pada bulan April lalu, Huang Shuxian, Wakil Kepala Badan Anti Suap pada Komisi Sentral untuk Inspeksi Disiplin, mengatakan bahwa tugas itu “sangat sulit”.

“Prioritas sebelumnya adalah mengumpulkan bukti dalam memburu buronan itu di luar negeri, memulihkan aset yang diperoleh secara ilegal di Cina akan menjadi inisiatif anti-korupsi baru dalam beberapa bulan mendatang,” kata seortang pejabat kepada China Daily, Rabu (231/9/16), di Beijing yang enggan disebutkan namanya.

Pejabat itu mengatakan, polisi akan bekerja dengan Bank Sentral Cina untuk menindak pejabat yang telah mentransfer dana ilegal miliaran yuan ke rekening di luar negeri melalui pencucian uang atau “bank bawah tanah”.

Menurut laporan China Daily, yang dikutip kantor berita Reuter, “Beberapa buronan lagi akan diekstradisi dari Eropa dan Amerika Selatan dalam waktu dekat.”

Cina tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat, Australia atau Kanada, yang menurut media pemerintah itu, tiga negara tersebut begitu populer bagi para penjahat ekonomi. (JX/Eka)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here