Cina Usul Lindungi Benda Bersejarah di Wilayah Konflik

Mesjid Umayyad di Allepo Suriah yang hancur akibat konlfik di negara itu. (Foto: JX/UN-Library)

NEW YORK, JIA XIANG – Perwakilan Tetap  Cina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat (24/3/17) mendesak masyarakat internasional  untuk meningkatkan kerjasama lebih baik lagi dalam melindungi peninggalan sejarah dan budaya di kawasan-kawasan konflik.

Pada pembukaan rapat Dewan Keamanan (DK-PBB) mengenai perlindungan terhadap perusakan dan perdagangan benda peninggalan sejarah oleh kelompok-kelompok teroris dalam situasi konflik bersenjata, ujar Liu Jieyi, Perwakilan Tetap Cina untuk PBB, sambil menekankan pentingnya kerjasama internasional dalam mengatasi hal tersebut.

“Masyarakat internasional perlu meningkatan dukungan bagi negara-negara di wilayah konflik, menghentikan  jalur-jalur penyelundupan bagi kelompok teroris dan trafficking bagi benda-benda bersejarah. Upaya ini dituangkan ke dalam langkah bersama dalam melindungi benda bersejarah dari ancaman  konflik, ujar duta besar Cina itu.

Upaya-upaya harus ditingkatkan dalam mendukung pembangunan pemerintah setempat terkait melindungi benda bersejarah di wilayah konflik tersebut. Karena itu duta besar Cina mengajak semua negara di daerah konflik untuk  memformulasikan kebijakan perlindungan yang relevan, menerbitkan mekanisme peringatan dini, dan bersama-sama membangun kemampuan melindungi benda bersejarah di wilayah konflik bersenjata.

“Komunitas internasional, menghargai kedaulatan negara-negara di wilayah konflik, perlu memberikan dukungan konstruktif, dan menghargai penuh kepemilikan seluruh benda bersejarah,” tegas Liu. “terorisme menjadi ancaman utama dari benda bersejarah di wilayah-wilayah konflik.”

Selain itu, Liu menambahkan, seluruh negara juga perlu bekerjasama dalam berbagi informasi dan penegakkan hukum dalam memerangi pengrusakan dan  trafficking benda bersejarah oleh kelompok-kelompok teroris. [JX/Xinhua/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here