Dari Den Haag Ke Taman Suropati

Jia Xiang – Kota Seni  (Komunitas Taman Seni Indonesia) adalah komunitas  atau perkumpulan para seniman yang terdiri dari  pelajar, karyawan, orang tua maupun seniman jalanan. Tempat berkumpul  mereka  pun sederhana yaitu di Taman Suropati,  Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dengan tujuan memanfaatkan ruang publik, taman kota,  sebagai tempat berkarya, Kota Seni dewasa ini memiliki sembilan divisi aktif. Setiap divisi melakukan kegiatan pengajaran seminggu sekali dengan mata ajaran yaitu seni teater, sastra, string (biola dan cello), alat musik tiup  (brass , wood wind), seni rupa  (seni, lukis, patung), vokal,  fotografi, gitar dan film.
Agustinus yang akrab dipanggil Ages,  salah satu perintis kegiatan bermusik di Taman Surapati mengatakan kepada Jia Xiang Hometown,  saat dihubungi melalui telepon Senin (8/4/13), di Jakarta.
Semua diawali pada tahun 2006, dia menghadiri workshop keroncong di Den Haag, Belanda. Di sana ia melihat beberapa musisi bermusik di taman kota, dan tiba-tiba terbersit di pikirannya untuk melakukan hal yang sama di Indonesia, ungkapnya.
Ide ini, tambahnya,  dikembangkan oleh tiga temannya  sesama seniman  alat musik gesek yang akhirnya membentuk sebuah komunitas.  Setiap minggu mereka berkumpul dan bermusik di Taman Suropati. Akhirnya banyak orang menjadikan taman ini tempat berlatih musik. Komunitas ini kemudian dinamai Taman Suropati Chambers (TSC).

TSC pun semakin berkembang. Dari jumlah anggota yang beberapa orang,  kini telah mencapai 140 orang. Anggota TCS  didominasi oleh pemain biola dan pemetik gitar. Komunitas ini biasa berlatih musik setiap hari Minggu pagi sampai sore. Namun terkadang mereka juga sampai malam, ujarnya. [Vis/W1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here