Dari Ukraina Virus Komputer Petya Hambat Bisnis Dunia (1)

Mesin-mesin ATM yang tidak berfungsi di Ukraina. (Foto: JX/VOA)

WASHINGTON, JIA XIANG – Ribuan komputer Rabu (28/6/17) dilumpuhkan oleh serangan virus yang menyebar dari Ukraina. Serangan ini menimbulkan kekacauan di seluruh dunia dan menghambat aktivitas pelabuhan dari Mumbai, India,  hingga Los Angeles, Amerika Serikat, dan menghentikan proses produksi di sebuah pabrik coklat di Australia.

Virus ini dipercaya pertama kali menyebar hari Selasa (27/6/17) di Ukraina. Virus ini diam-diam menginfeksi komputer setelah para pengguna mengunduh paket akuntansi pajak populer atau mengunjungi situs berita lokal, ujar para polisi nasional dan para pakar internasional.

Lebih dari sehari setelah virus itu menyerang, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia masih bergulat dengan dampaknya.  Sementara para pakar keamanan siber bergegas untuk menemukan cara untuk memangkas penyebarannya.

Raksasa perusahaan perkapalan asal Denmark, A.P. Moller-Maersk, menyatakan perusahaannya  masih berjuang memproses pesanan dan memindahkan kargo, yang membuat kurang lebih 76 pelabuhan di seluruh dunia yang dikelola oleh anak perusahaannya yaitu APM Terminal terhambat.

Perusahaan ekspedisi AS, FedEx Corp mengatakan,  divisi perusahaannya, TNT Express, terkena dampak akibat  serangan virus tersebut, yang juga telah menyebar ke Amerika Selatan, mempengaruhi pelabuhan-pelabuhan di Argentina yang diopersikan oleh perusahaan Cina, Cofco.

Kode jahat ini mengunci mesin-mesin dan menuntut korbannya mengirim tebusan senilai 300 dollar AS dalam bentuk bitcoin atau kehilangan seluruh data. Tuntutan ini serupa dengan taktik pemerasan yang digunakan oleh serangan global ransomware WannaCry bulan Mei lalu.

Lebih dari 30 korbannya membayar tebusan yang diminta, namun para pakar keamanan mempertanyakan apakah tebusan menjadi tujuannya, dengan mempertimbangkan kecilnya jumlah tebusan yang dituntut, atau apakah para peretas didorong oleh motif destruktif ketimbang keuntungan finansial.

Para peretas meminta para korbannya untuk memberitahukan mereka lewat email ketika tebusan telah dibayar,  namun penyedia layanan email Posteo di Jerman segera menutup alamat email tersebut, ujar pakar keamanan siber pemerintah Jerman.

Ukraina, pusat dari serangan siber, telah berulang kali menuduh Rusia mengorkestrasi serangan terhadap sistem komputernya dan infrastruktur listrik yang vital sejak negara tetangga adidayanya mencaplok Semenanjung Laut Hitam Krimea pada tahun 2014.

Kremlin, yang secara konsisten menampik tuduhan-tuduhan tersebut, mengatakan hari Rabu pihaknya tidak memiliki informasi mengenai asal dari serangan siber global, yang juga menyerang perusahaan-perusahaan Rusia seperti produsen minyak raksasa Rosneft dan sebuah produsen besi baja.

“Tak seorangpun mampu secara efektif melawan ancaman siber sendirian, dan, sayangnya tuduhan-tuduhan tidak berdasar tidak akan dapat memecahkan permasalahan ini,” ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

ESET, sebuah perusahaan Slovakia yang menjual produk-produk yang melindungi komputer dari serangan virus, mengatakan 80 persen dari infeksi yang terdeteksi di antara basis para pelanggan globalnya berada di Ukraina, sementara Italia adalah negara kedua yang paling parah dilanda serangan virus dengan tingkat infeksi sekitar 10 persen. [JX/VOA/bersambung]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here