Data Diretas, CEO Yahoo Batal Dapat Bonus

Marissa Mayer, CEO Yahoo (Foto: JX/VOA)

WASHINGTON, JIA XIANG – Yahoo tidak akan membayar bonus tahun 2016 bagi CEO-nya, Marissa Mayer, yang berjumlah sekitar 2 juta dollar AS, karena kebobolan besar yang dialami perusahaannya pada tahun 2014.

Penasihat umum Yahoo,  Ronald Bell, mengundurkan diri tanpa pesangon karena departemennya tidak serius dalam menangani peretasan besar-besaran itu.

Meskipun tim keamanan Yahoo menemukan bukti bahwa peretas yang didukung oleh pemerintah asing yang tidak disebutkan namanya telah membongkar akun pengguna pada tahun 2014, pihak eksekutif  “gagal bertindak cepat”  setelah mengetahui hal itu, menurut hasil penyelidikan internal yang diungkapkan Rabu (1/3/17). Pada waktu itu, Yahoo hanya memberitahukan kepada  26 orang yang akunnya diretas.

Peretasan itu terjadi setidaknya atas 500 juta pengguna yang alamat e-mail, tanggal lahir, jawaban pertanyaan keamanan, dan informasi pribadi lainnya mungkin telah dicuri. Tiga bulan kemudian, Yahoo mengungkapkan telah menemukan peretasan lain yang terjadi tahun 2013 atas sekitar satu miliar akun, termasuk sejumlah akun yang juga terkena pada 2014.

Mayer, mantan eksekutif Google mengatakan, dia akan secara sukarela menolak bonus tahunannya dan saham ekuitas untuk tahun 2017 sebagai akibat insiden itu.

Menurut kontrak Mayer tahun 2012, dia berhak atas saham ekuitas berdasarkan kinerjanya, tidak kurang dari 12 juta dollar AS setiap tahun. Mayer mengatakan, dia minta perusahaan membagikan bonus tahunannya itu untuk 8.500 karyawan Yahoo. Dewan direksi Yahoo belum mengatakan apakah akan mengabulkan permintaan itu. [JX/VOA/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here