Delapan Dewa Rezeki Cai Shen, Dipercaya Etnis Tionghoa (1)

JAKARTA, JIA XIANG – Umumnya kita hanya tahu bahwa Dewa Rezeki itu adalah Zhao Gong Ming, yang terkenal di kalangan masyarakat di negara-negara Asia seperti Singapura, Malaysia, dan Indonesia, tapi tidak populer di kalangan masyarakat negara Barat. Padahal Chai Shen itu hanya sebutan atau gelarnya saja; dan terdapat banyak Dewa Rezeki (bukan hanya 1). Dewa Rezeki ini merupakan tokoh-tokoh yang pernah hidup pada zaman dulu dan dapat ditelusuri riwayatnya. Mereka merupakan tokoh terkenal dan berpengaruh pada zaman pemerintahan kekaisaran Tiongkok kuno. Umumnya Dewa Rezeki digolongkan menjadi dua, yaitu :

A. Dewa Rezeki Militer, disebut Wu Cai Shen
1. Guan Gong
Guan Gong atau Guan Yun Chang adalah jenderal perang yang hidup pada masa Tiga Kerajaan Samkok. Guan Gong (dibaca: Kwan Kong) adalah penduduk asli Kabupaten Hedong (sekarang Jiezhou) di Propinsi Shanxi. Dia menjadi lambang kesetiaan dan bakti kepada Negara. Pada masa itu, Guan Gong pernah menjabat Gubernur Provinsi Jing Zhou. Pada saat pemerintahaannya, wilayah Jing Zhou berkembang dengan pesat, rakyatnya makmur, sejahtera, dan tidak pernah berkekurangan.Dewa-Guan-Gong
Disamping dipuja sebagai lambang kesetiaan dan kejujuran, Kwan Kong juga dipuja dan dikenal sebagai Dewa Pelindung Perdagangan, Pelindung Kesusastraan, Dewa Pelindung Rakyat dari malapetaka peperangan yang mengerikan. Julukan Dewa Perang sebagai umumnya dikenal dan dialamatkan kepada Kwan Kong, harus diartikan sebagai Dewa untuk menghindarkan peperangan dan segala akibatnya yang menyengsarakan rakyat, sesuai dengan watak Kwan Kong yang budiman.
Bagi pedagang, Kwan Kong dipercaya dapat melindungi mereka dalam berbisnis terutama dalam perjalanan bisnis, sehingga bebas dari penyamun dan malapetaka. Sebagai Dewa yang dipercaya dapat memberikan perlindungan, rupang yang digunakan pada altar adalah yang dalam posisi siaga memegang senjata Guan dao. Karena itu, Kwan Kong dikenal juga sebagai salah satu Dewa Rezeki Militer atau Wu Cai Shen.

2. Zhao Gong Ming
Diantara Dewa-Dewa Rezeki yang dikenal oleh etnis Tionghoa, yang paling umum adalah Dewa Rezeki Zhao Gong Ming. Dia merupakan salah satu dari Wu Lu Cai Shen yang selalu tampil pada setiap perayaan Tahun Baru Imlek. Dewa ini juga sering disebut “Dewa Kabar Baik” karena dapat memberikan kebahagiaan pada orang-orang. Zhao Gong Ming selalu membantu semua manusia berbudi luhur dan rajin yang sedang kesulitan, sehingga menjadi berbahagia. Itulah sebabnya dirinya disebut Dewa Rezeki. Hari kebesarannya diperingati setiap tanggal 15 bulan 3 Imlek.Dewa-Rezeki-Zhao-Gong-Ming-Tionghoa
Sebagai Dewa Harta Militer, Zhao Gong Ming sering ditampilkan sebagai seorang panglima perang berwajah bengis dengan pakaian perang lengkap, satu tangan menggenggam ruyung sementara tangan lainnya membawa sebongkah emas, serta menduduki seekor harimau. Penggambaran ini berdasarkan cerita buku Dewa-Dewi Feng Shen Bang. Dia merupakan pemimpin dari Wu Lu Cai Shen atau Dewa Harta Lima Penjuru. Dewa ini bersama empat pengiringnya, sering divisualisasikan secara bersama-sama dalam bentuk lukisan dan patung.

3. Wu Lu Cai Shen
Wu Lu Cai Shen dikenal sebagai Dewa Harta Lima Penjuru. Zhao Gong Ming mempunyai empat pengiring yang disebut Cai Shen Shi Zi atau Duta Dewa Kekayaan. Dia bersama keempat pengiringnya itu sering divisualisasikan secara bersama-sama dalam bentuk lukisan dan patung.Dewa-Wu-Lu-Cai-Shen
♦ Dong Lu Caishen, bernama Xiao Sheng adalah Dewa Harta Timur; bergelar Zhao Bao Tian Zun atau Dewa Pemanggil Mustika.
♦ Xi Lu Caishen, bernama Cao Bao adalah Dewa Harta Barat; bergelar Na Zhen Tian Zun atau Dewa Pengumpul Benda Berharga.
♦ Nan Lu Cai Shen, bernama Chen Jiu Gong adalah Dewa Harta Selatan; bergelar Hao Chai Shi Zhetau Dewa Pemanggil Kekayaan.
♦ Bei Lu Cai Shen, bernama Yao Shao Si adalah Dewa Harta Utara; bergelar Li Shi Xian Guan atau Dewa pemanggil Keuntungan.
Selain Zhao Gong Ming, lima dewa ini tidak pernah dipuja secara terpisah. Hari raya untuk Wu Lu Cai Shen ditetapkan setiap tanggal 5 bulan 1 Imlek

Kisah Dewa Cai Shen (Zhao Gong Ming) yang menceraikan istri

Konon dulu Dewa Cai Shen (Zhao Gong Ming) ditemani patung istrinya pada altar kuil-kuil pemujaan. Tetapi kini tidak terdapat lagi patung istrinya itu karena Cai Shen telah menceraikannya. Kisah tersebut bermula dari seorang pengemis yang datang ke kuil hanya untuk memohon rezeki di altarnya dan tidak mempedulikan dewa-dewa yang lain.
Cai Shen melihat bahwa pengemis itu tidak pernah mau bekerja, hanya mengharapkan uluran tangan dari orang-orang yang menaruh belas kasihan kepadanya. Dia berpikir, jika semua orang diberi rezeki begitu saja, dunia akan dipenuhi orang-orang pemalas yang tidak mau bekerja. Namun, pengemis itu hanya beranggapan bahwa Cai Shen sebagai Dewa Rezeki pastilah banyak kekayaannya.
Istri Cai Shen tergerak hatinya. Dia ingin menyadarkan suaminya agar mau berbaik hati membantu si pengemis. Namun Cai Shen tidak bergeming, tetap tidak mau mempedulikan, dan malah mengalihkan pandangannya. Karena tidak memiliki kekuasaan memberi rezeki, istri Cai Shen lalu mencopot anting emasnya dan kemudian melemparkannya kepada si pengemis. Si pengemis mengira bahwa Cai Shen lah yang memberinya rezeki dan mengucapkan terima kasih.
Cai Shen sendiri langsung menoleh saat mendengar ada benda yang terjatuh, dan terkejut setelah melihat benda itu adalah anting yang digunakannya untuk melamar istrinya. Anting itu dil emparkan begitu saja kepada si pengemis yang malas; apalagi ternyata diketahui anting tersebut dijual hanya untuk berfoya-foya, bukan sebagai modal usaha.
Setelah uang penjualan anting habis, si pengemis kembali ke kuil untuk memohon kepadanya. Zhao pun mengusir istrinya dari altar, dan sejak itu tidak ada lagi orang malas yang memohon kepadanya menjadi kaya raya. Terdapat sebuah syair di Shandong dan Beijing yang kira-kira berbunyi :
“Uangku hanya ada beberapa sen, kamu minta, dia minta. Pagi malam memohon, membuatku menjadi sulit”
“Uangku hanya ada beberapa sen, kamu minta, semua meminta. Aku hanya memberi kepada yang rajin dan berbudi luhur”

4. Fu De Zheng Shen
Fu De Zheng Shen (Hokkian : Hok Tek Cin Sin) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tu Di Gong atau Dewa Bumi adalah Cai Shen yang paling dikenal oleh semua orang. Fu De Zheng Shen adalah Dewa Bumi atas kemakmuran dan jasa; merupakan salah satu Dewa dalam agama Tao yang sering dianggap sama atau merupakan nama resmi dari Dewa Bumi atau sering disebut Tu Di Gong. Dewa-Fu-De-Zhen-Shen-Tu-Di-Gong
Semasa hidupnya, dia merupakan seorang pemimpin yang adil, menciptakan lumbung padi serta mengatur sistem irigasi. Oleh sebab itu, banyak masyarakat mempercayainya sebagai pelindung tempat usaha (wilayah) maupun hasil bumi bagi para pengusaha dan petani. Itulah sebabnya Tu Di Gong juga dipuja sebagai salah satu Dewa Rezeki.
Dewa Fu De Zheng Shen digambarkan sebagai seorang pria tua yang tersenyum ramah, berambut dan berjanggut panjang berwana putih, serta seringkali digambarkan dalam posisi duduk. Tidak banyak kelenteng yang membedakan antara Fu De Zheng Shen dengan Tu Di Gong. Jika kelenteng tersebut membedakan altar untuk keduanya, altar Fu De Zheng Shen selalu berada di atas (sejajar dengan ketinggian altar-altar Dewa-Dewi lain), sementara altar Tu Di Gong berada di bawah (hampir sejajar dengan lantai) dan biasanya ditempatkan di bawah altar dewa lain. Tu Di Gong sendiri sering juga divisualisasikan (dalam bentuk patung atau lukisan) bersama dengan seorang nenek yang disebut “Tu Di Poo“. [JX/bersambung]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here