Derby Manchester, Sama-sama Ingin ke Liga Champions

Pep Guardiola (kanan) dan Jose Mourinho. (Foto: JX/Ist)

LONDON, JIA XIANG – Musim kompetisi ini mungkin akan menjadi ajang pembuktian antara Pep Guardiola dan Jose Mourinho dalam merebut gelar Liga Primer. Tetapi tampaknya tidak akan terjadi seperti itu.

Mereka akan bertemu kembali pada Kamis (27/4/17) ini di Stadion Etihad, dalam lanjutan Liga Primer. Pada pertemuan ini tampaknya klub asuhan Pep, Manchester City, akan mengulangi keberhasilan pada September lalu saat mereka mengalahkan  anak-anak asuh Mourinho, Manchester United.

Kemenangan itu menempatkan City pada puncak klasemen. Tetapi itu adalah masa lalu sejak dua klub asal Kota Manchester itu berada dalam posisi tersebut. Sekarang justru dua klub ini memperebutkan posisi empat di klasemen Liga Primer, bukan yang lain.

Hal ini memperlihatkan betapa ketatnya persaingan diantara mereka, di mana dua klub ini memiliki sumber pemain yang luar biasa. Dua manajer terbaik di dunia ini sekarang juga sedang berjuang untuk mengamankan posisi masing-masing tim supaya bisa merebut tiket di Liga Champions Eropa untuk musim mendatang.

Yang pasti lolos atau tidaknya dua tim tersebut ke Liga Champions adalah menjadi penentu keberhasilan Pep dan Mourinho di musim pertama mereka menangangi klub baru.

Bagi Pep, tidak membawa pulang piala tidak menjadi persoalan. Tetapi tidak masuk ke empat besar akan menjadi kegagalan terhina  dari apa yang telah dia dapatkan.  Pep melihat hal itu tidak terjadi. Tetapi akan menjadi menarik mendengar penilaian Pep setelah setahun di Inggris, dengan kondisi yang dihadapinya.

Apalagi melihat akhir tahun lalu, beberapa bulan sebelum Natal, penampilan City naik-turun, karena Pep terys mengubah sistem permainan dan personelnya. Sekarang semuanya sudah berjalan baik, tetapi  kondisi itu memberikan  gambaran sempurna perbedaan antara pendekatan Pep dengan Mourinho.

Pertama-tama yang dilakukan  Mourinho, ke mana pun dia pergi adalah menyingkirkan pertahanan, karena dia tahu mereka bisa membelikan Anda waktu dalam permainan dan terkadang pada akhirnya membantu Anda untuk menang.

Itulah persoalan utama di United, yang selama di liga musim ini tak terkalahkan-mereka tidak pernah kalah dalam 23 pertandingan sejak ditundukkan 4-0 oleh Chelsea pada 23 Oktober.

Tetapi tampaknya Pep mungkin satu-satunya orang yang belakangan ini menyadari kondisi United itu. Pep menyadari bahwa mereka tidak cukup solid, sehingga kehilangan poin yang seharusnya dimenangkan City.

Jika United menang pada pertandingan Kami malam nanti, mereka akan menempatkan diri empat besar klasemen sementara Liga Primer sejak 15 September 2016. Dan City akan keluar dari persaingan posisi empat besar untuk pertama kali sejak 12 Februari 2017.

Tiga kemenangan berturut-turut dalam liga ini telah mengubah segalanya  apalagi  sejak Mourinho menangani United sejak April tahun lalu. Dan dia mengakui bhawa menjuarai Liga Eropa adalah jalan terbaik untuk menuju Liga Champions.

Sekarang mereka layak bisa memenangkan kompetisi itu dan juga lolos melalui pengamanan posisi United di Liga Primer, demikian ulasan Mark Lawrenson menjelang derby Manchester nanti malam. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here