Di Chile Ilmuwan Buat Biodisel dari Mikroalga

(Foto: JX/VOA)

WASHINGTON, JIA XIANG – Pemanfaatan mikroalga menjadi biodiesel, sebagai bahan bakar bagi bus dan truk,  selain untuk menekan emisi gas rumah kaca hingga 80 persen kemungkinan juga dapat mengurangi polusi di kota-kota yang sudah terimbas polusi seperti Santiago.

Hal tersebut diungkapkan oleh para ilmuwan jurusan Teknik Kimia dan Proses Hayati di Catholic University di Chile. Menurut mereka, pihiaknya  telah menanam cukup alga agar dapat dipecah-belah dan diekstraksi minyaknya, dimana setelah uap air dan serpihan-serpihannya dihilangkan, dapat diubah menjadi biofuel.

“Apa yang baru dari proses yang kami lakukan adalah tujuannya untuk memproduksi bahan bakar dari mikroalga, yang termasuk dalam mikroorganisma,” ujar peneliti Carlos Saez kepada Reuters.

Sebagian besar dari biodiesel yang diproduksi didunia, untuk mengurangi ketergantungan pada minyak bumi, dihasilkan dari minyak kedelai. Bahan bakar itu juga bisa diproduksi dari lemak hewan, canola, atau minyak sawit.

Saez menjelaskan,  tantangan utama ke depannya adalah memproduksi volume mikroalga dalam jumlah yang memadai. Varietas alga air tawar dan asin yang bermacam-macam ditemukan di Chile, sebuah negara di Amerika Selatan dengan garis pantai Pasifik yang panjang.

Para ilmuwan sedang mencoba untuk meningkatkan teknologi budidaya alga untuk mendorong tingkat produksi dengan biaya rendah dan jumlah energi terbatas, ujar Saez. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here