Di Era Donald Trump, LCS Berpotensi Jadi Ajang Konflik

Kawasan Laut Cina Selatan (Foto: JX/Rtr/VOA)

WASHINGTON, JIA XIANG – Kalau minggu-minggu sebelum pelantikan presiden terpilih Donald Trump bisa dijadikan petunjuk, maka Laut Cina Selatan (LCS) kemungkinan berpotensi jadi ajang konflik pada 2017.

Kandidat menteri luar negeri yang ditunjuk oleh Trump, Rex Tillerson, menyuarakan nada lebih keras terhadap Cina selama sidang konfirmasi di Senat, dan dia memberitahu anggota Kongres bahwa pembangunan pulau oleh Cina di perairan yang dipertikaikan itu adalah ilegal, serta mirip dengan tindakan Rusia untuk mencaplok Krimea.

“Kita perlu mengirim sebuah sinyal yang jelas kepada Cina bahwa, pertama-tama, pembangunan pulau itu dihentikan. Kedua, akses anda ke pulau-pulau itu tidak akan diizinkan,” kata Tillerson.

Kandidat Trump untuk menteri pertahanan, Jenderal purnawirawan James Mattis, juga memperlihatkan keprihatinan yang serius selama sidang konfirmasi dirinya.

“Saya berpendapat, tatanan dunia menghadapi serangan terbesar sejak PD II, dan itu berasal dari Rusia, dari kelompok teroris, dan juga apa yang dilakukan Cina di Laut Cina Selatan,” kata Mattis.

Komentar mereka mengindikasikan akan ada sikap yang lebih keras dari pemerintahan baru ini dalam hubungannya dengan Cina. [JX/VOA/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here