Diduga Korupsi, Lineker Kritik Blatter

LONDON, JIA XIANG – Mantan striker tim nasional Inggris, Gary Lineker, menegaskan tuduhan korupsi di badan federasi sepakbola internasional (FIFA) sungguh memuakan. Dia juga sempat mengkritik peran presiden FIFA, Sepp Blatter.
FIFA kini tengah diselidiki atas klaim yang terkait dengan keputusannya memberikan atau memutuskan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. “Kondisi itu membuat Anda merasa sakit, semua yang dilakukan FIFA. Tingkat korupsi di level atas memuakan,” ujarnya, yang dimuat BBC, Minggu (3/8/14) di London. “Sepp Blatter sudah lama menjalankan organisasi itu seperti diktator dan dia menghasilkan banyak omong kosong.”
Panitia seleksi Qatar 2022, yang menjadi pusat tuduhan korupsi, menyangkal atas segala kesalahan dan proses pelelangan penyelenggaraan Piala Dunia.
Seorang praktisi hukum, Michael Garcia, memimpin investigasi itu untuk FIFA. Hasil investigasinya diharapkan dilaporkan pada ke organisasi itu minggu pertama bulan September.
Lineker (53 tahun) yang kini menjadi pembawa acara Match of the Day di BBC, selama karirnya di tim nasional adalah pecetak gol terbanyak kedua (48 gol) dalam sejarah kesebelasan itu. Mantan striker klub Leicester, Barcelona, dan Tonttenham adalah ketua tim penawaran Piala Dunia Inggris tahun 2010, untuk penyelenggaraan tahun 2018 dan 2022.
Inggris harus mengakui keunggulan Rusia yang memenangkan penawaran tahun 2018 dan Qatar pada tahun 2022. [JX/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here