Diperkirakan Terjadi Ledakan Pertumbuhan Pasar Car2go

Car2go (Foto: JX/Chindaily)

BEIJING, JIA XIANG – Pasar car-sharing atau mobil berbagi di Cina akan menghadapi ledakan pertumbuhan dalam tiga sampai lima tahun mendatang dan Car2go China Co Ltd – perusahaan otomotif milik Daimler di Cina – telah disiapkan secara strategis untuk memimpin  ledakan pasar tersebut, kata CEO perusahaan tersebut.

“Banyak organisasi dan institusi sangat positif mengenai prospek pasar mobil bersama di Cina. Alih-alih memprediksi angka, saya ingin mengatakan bahwa berbagi adalah pilihan yang lebih baik untuk transportasi masa depan kita,” kata CEO Car2go China Co Ltd, Chen Bing.

Popularitas ekonomi bersama, termasuk berbagi sepeda dan kamar, adalah bola salju  yang tumbuh di kalangan konsumen muda Cina di kota-kota besar.  Mobil bersama – memacu fleksibilitas, mobilitas dan keterjangkauan yang lebih tinggi – adalah model bisnis baru yang menjanjikan  dan menarik para pembuat mobil dan pengusaha terkait lainnya, ujar Bing.

Fleksibilitas mobil sewa bisa menyelamatkan  konsumen untuk mendapatkan  plat nomor terbatas di kota-kota seperti Shanghai dan Beijing, kata Chen.

Sejak meluncurkan layanan berbagi mobil pada bulan September 2015, Car2go China telah mengerahkan 1.000 kendaraan di Beijing, Shanghai, Shenzhen, Chongqing, Chengdu, Hangzhou dan Guangzhou, dengan mobil jenis smart fortwo sebagai model utama, Bing menambahkan.

Daimler, perusahaan induk Mercedes-Benz, kini memiliki lebih dari 250.000 pengguna terdaftar di Cina, yang jarak tempuhnya sampai saat ini hampir mencapai 5 juta kilometer.
Tidak seperti kota-kota lain, Chongqing meluncurkan layanan lebih bebas, dijuluki Car2go, di mana mobil dapat diambil atau dipilih  dan diparkir di hampir semua tempat parkir umum di pusat kota. Sebaliknya, kota lain menggunakan model Car2Share, di mana penggunanya  harus mengambil dan mengembalikan mobil ke tempat yang telah ditentukan.

“Penguunaan kendaraan jenis ini biasanya ditetapkan  oleh ukuran masing-masing kota. Di kota lapis pertama Beijing, Shanghai dan Shenzhen, jika pengguna diperbolehkan untuk memarkir dan mengambil mobil di manapun mereka inginkan,  maka perusahaan pengelola model ini akan menghadapi kekurangan tempat parkir,” ujar  Bing.

Dia menambahkan, sampai saat ini ada sekitar 70 lokasi di tiga kota itu, baik untuk mengambil atau parkir kendaraan bersama tersebut.

Chen mengatakan Car2go Cina akan membuat 4.000 kendaraan tersedia untuk disewakan tahun ini, sambil terus menambahkan lebih banyak kendaraan di tujuh kota yang ada dan memperluas lokasi parkir dan pikap.

“Pengguna hanya bisa menyewa mobil melalui WeChat dan dapat memilih periode sewa yang paling sesuai baik dalam hitungan menit, jam, hari atau bahkan penuh untuk akhir pekan, dengan biaya rata-rata 6 yuan (87 sen) selama 30 menit,” kata Chen.

Sejauh ini, lebih dari 20 kota di Cina telah memperkenalkan mobil sewaan dengan sistem timeshare, demikian Harian Informasi Ekonomi  yang berbasis di  Beijing.

Menurut Kepala Riset Ekuitas dan Kendaraan Asia dari UBS Investment Bank, Hou Yankun, car sharing ini  adalah satu dari empat fokus bidang utama industri otomotif pada dekade yang akan datang, bersamaan dengan kendaraan listrik, internet kendaraan dan teknologi swa kemudi.

“Tingkat utilisasi mobil hanya 4 persen, artinya hanya menghabiskan satu jam per hari di jalan, dan 23 jam sisanya dihabiskan di tempat parkir. Penyewaan sistem  timeshare adalah cara yang baik untuk memanfaatkan mobil sebaik-baiknya,”  tambah  Hou. [JX/Chindaily/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here