Diplomat AS Dituduh Terima Suap dan Hadiah dari Agen Mata-Mata Cina

Kementerian Luar Negeri AS (Foto: JX/Fox News)

WASHINGTON, JIA XIANG –  Seorang diplomat AS dituduh menerima uang ribuan dollar AS tunai dan dalam bentuk hadiah dari agen mata-mata Cina, hari Rabu (29/3/17). Namun dia menyangkal tuduhan tersebut.

Departemen Kehakiman AS mengatakan, Candace Marie Claiborne (60 tahun) tahu bahwa dua pria warga Cina,  yang sering ditemuinya ketika dia bekerja pada Departemen Luar Negeri AS di Cina dan negara lain, adalah agen badan keamanan Cina. Dan uang yang mereka berikan kepada Candace sebagai imbalan atas informasi rahasia AS yang diterima agen Cina tersebut.

Dia menerima uang tunai dan sebuah iPhone untuk dirinya sendiri. Tetapi sebagian besar dana  itu disalurkan ke orang tak dikenal, berusia lebih muda,  yang tinggal bersama dia di Beijing dan Shanghai.

Agen-agen badan keamanan  Cina itu membayar juga uang pangkal sekolah fashion yang diikutinya, termasuk juga membiayai sewa apartemen, mesin jahit, liburan dan keperluan lain seperti yang diminta Claiborne, demikian tuduhan yang  terungkap pada pengadilan distrik federal AS di Wasnghington DC.

“Candace Marie Claiborne adalah karyawan Departemen Luar Negeri AS yang memiliki izin keamanan Top Secret,  dan diduga tidak melaporkan kontaknya  pada agen intelijen asing Cina yang memberinya hadiah dan uang ribuan dollar AS,” kata Pejabat Asisten Jaksa Agung Mary McCord dalam sebuah pernyataan. “Claiborne menggunakan posisi dan aksesnya untuk memberikan data penting diplomatik guna keuntungan pribadi.”

Tuduhan Departemen Kehakiman terhadap dirinya sangat terbatas, hal ini menghalangi penyidikan kasusnya dan termasuk berbohong kepada pejabat lainnya.

Claiborne, yang bekerja di Departemen Luar Negeri sejak 1999 dan memiliki persoalan keuangan serius, ditahan hari Selasa (28/3/17). Dia menyatakan tidak bersalah pada sidang pertamanya hari Rabu, demikian ungkap Departemen Kehakiman.

Menurut tuduhan di pengadilan, Claiborne, pegawai spesialis di Kantor Daprtemen Luar Negeri, sudah sejak tahun 2007 mengetahui satu dari dua agen Cina itu bekerja di Kementerian Keamanan Negara, sedang seorang agen lagi dikenalnya sejak tahun 2012.

Claiborne tahu mereka itu agen-agen pemerintah Cina, tetapi  muncul motivasi meraup keuntungan hasil dari saling membagi informasi dengan mereka,” ujarnya. [JX/SCMP/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here