Ditemukan Gua Tempat Para Pendeta Shaolin Mengasingkan Diri

Ilustrasi bela diri kungfu (Foto: JX/Ist)

SHIJIAZHUANG, JIA XIANG  – Para arkeologi Cina telah menemukan ukiran prasasti di gua sebuah tebing di utara Provinsi Hebei. Gua itu diyakini sebagai tempat pengasingan para pendeta Shaolin, ujar pejabat pemerintah setempat, Rabu (26/4/17).

Prasasti yang diperkirakan berusia lebih dari 1.400 tahun, terdiri dari delapan  huruf  Cina berukuran besar dan beberapa baris huruf Cina yang lebih kecil. Tulisan prasasti itu berbunyi “Master Sengchou pernah tinggal di sini untuk menjalankan pengasingan agama,” demikian ungkap badan warisan budaya Kabupaten Cixian.

Prasasti itu diukir di sebuah dinding gunung yang lembut di gua dekat Baitu, Desa Beiyangcheng dan sampai kini prasasti itu masih dalam kondisi terjaga, kata badan tersebut.

Para pakar relik budaya yakin bahwa prasasti itu kemungkinan adalah kuil di mana Sengchou memperkenalkan Buddhaisme Zen.

Sementara itu menurut catatan sejarah, Sengchou dilahirkan di Kabupaten Changli, Hebei, dan mahir dalam bela diri. Kemudian dia belajar ajaran-ajaran Buddha di Kuil Shaolin, tempat lahir Buddhaisme Zen dan secara luas diyakini sebagaicikal bakal kungfu Cina. Dia begitu berperan dalam tradisi para pendeta Shaolin dalam berlatih bela diri.

“Penemuan itu memberikan sebuah bukti yang sangat berharga untuk mempelajari sejarah Buddhaisme lokal dan Dinasti Qi Utara,” ungkap Liu Xinchang, Kepala Asosiasi Sejarah Kota Handan. [JX/Xinhua/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here