Diwarnai Kecelakaan dan Hujan, Hamilton Juarai GP Brasil

Lewis Hamilton (Foto: JX/Ist)

INTERLAGOS, JIA XIANG – Lewis Hamilton menunjukkan penampilan sempurna untuk memenangkan balapan di GP F1 Interlagos, Brasil, yang kuyup, kacau, dan penuh kecelakaan, untuk memperpanjang penentuan gelar juara dunia ke balapan terakhir di Abu Dhabi.

Kemenangan Hamilton ke sembilan di musim balap 2016 ini memangkas jarak dari pesaingnya, sesama tim Mercedes, Nico Rosberg, menjadi tinggal 12 angka.  Namun andaikata Hamilton memenangkan GP Abu Dhabi 27 November nanti, Nico Rosberg hanya membutuhkan tempat ketiga untuk merebut gelar juara dunia.

Balapan Brazil penuh dengan tabrakan dalam kecepatan tinggi, dua kali penghentian, dan dikerahkannya mobil keselamatan.  Saat salah satu balapan yang paling dramatis sejak bertahun-tahun dimulai, Hamilton melesat di depan dalam kondisi sirkuit yang bisa sangat berbahaya, melaju secara konsisten lebih cepat dari siapa pun.

Setelah setiap restart, Hamilton menjauh dengan mudah dari Rosberg – sempat membangun keunggulan hinbgga 18 detik di 14 lap sebelum pengerahan safety car kedua yang membuat para pembalap jadi beriringan di belakang mobil keselamatan itu.

Ini merupakan kemenangan Hamilton pertama di Brasil, dan kemenangan ke-52 dalam karirnya, satu kemenangan di atas Alain Prost, yang juga jago dalam kondisi sirkuit basah.

“Tidak terlalu buruk, kan,” kata Hamilton. “Saya tenang saja di depan. Ketika hujan biasanya saya tampil baik, kendati sulit bagi orang lain. Saya selalu ingin menang sejak saya menyaksikan Ayrton (Senna) menang di sini pada tahun 1991,” ujarnya. “Perlu waktu lama bagi saya untuk sampai (pada kemenangan) di sini dan ini adalah hari bersejarah bagi saya. Bisa berdiri di podium di Brasil di mana Ayrton begitu dicintai, benar-benar istimewa.”

Sementara itu, Nico Rosberg mengatakan: “Lewis melakukan balapan dengan hebat. Kondisinya sangat sulit, dan saya bisa menerima hanya berada di tempat kedua, pastinya.”

Di urutan terakhir yang 10 besar, Felipe Nasr mencetak hasil dengan merebut tempat kesembilan yang sangat penting untuk Sauber. Hasil ini memberikan angka pertama bagi tim Swiss ini di musim ini dan membuat mereka menyalip Manor di tempat ke-10 di kejuaraan untuk konstruktor.

Jika mereka bertahan di posisi itu, mereka akan mendapat uang bernilai sekitar 16 juta dollar AS sebagai hadiah bagi tim.

Penuh Emosi

GP Brasil ini juga merupakan balap yang emosional bagi Felipe Massa, pembalap Brasil yang sempat hampir memenangkan kejuaraan dunia di sini, tahun 2008, namun digagalkan Lewis Hamilton yang merebut gelar juara dunia pertamanya.

Massa mengalami kecelakaan, sehingga tak bisa melanjutkan balapan terakhirnya di sirkuit negerinya sendiri karena akan pensiun di akhir musim. Dia pun menandai perpisahannya dengan adegan emosional saat dia melambaikan tangan kepada khalayak yang sebagian memegang plakat bertuliskan “Obrigado, Massa” – terima kasih Massa.

Filipe Massa (Foto: JX/Ist)
Filipe Massa (Foto: JX/Ist)

Massa menangis saat dia berjalan kembali ke pit Williams berbalut bendera Brasil, diiringi tepuk tangan penonton dan anggota tim lainnya, sebelum dipeluk oleh istrinya, anaknya Felipe Jr, dan kemudian para awaknya timnya.

Beberapa anggota tim lain, termasuk tim lamanya Ferrari, keluar dari garasi mereka ke tepi pit Williams dan bertepuk tangan saat dia berjalan menyusuri pitlane kembali ke garasi saat mobil-mobil lain terus berlomba.

Felipe Massa adalah satu dari empat pembalap yang mengelami kecelakaan di GP Brasil ini. Tiga lainnya adalah Romain Grosjean, Marcus Erricson, dan Kimi Raikkonen.  Pembalap Ferrari, yang memenangkan gelar juara dunia atas bantuan Felipe Massa pada tahun 2007, menabrak dinding, dan hampir dihantam sejumlah mobil lain. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here