Doa Mohon Jodoh di Ritual Bakar Tongkang

Para remaja bersiap melepas burung pipit di sela Ritual Bakar Tongkang, Bagansiapiapi. (Foto: JX/Amran Setiawan)

BAGANSIAPIAPI, JIA XIANG – Ritual Bakar Tongkang  di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, juga diyakini memberi berkah. Para remaja, baik dari Bagansiapiapi maupun perantau, yang mengikuti ritual ini pun memanjatkan doa untuk memperoleh jodoh.

Salah satu cara memanjatkan doa untuk memperoleh jodoh adalah dengan melepas burung pipit dari kandang. Mereka melepas burung kecil pemakan padi-padian tersebut ke udara di sela sembahyang di Kelenteng Ing Hok King.

“Melepas burung pipit, bagi mereka yang belum memiliki pasangan sebagai tanda berdoa meminta jodoh,” kata Rendi (28), pedagang burung pipit yang menjual dagangannya di sela Ritual Bakar Tongkang 2016, Senin (20/6/16).

Melepas burung pipit, tuturnya,  tidak saja untuk memudahkan mendapatkan jodoh. “Melepas burung pipit sebagai menolak bala, meminta rezeki, kelancaran usaha dan lain-lain,” ujar Rendi.

Tahun ini, lanjutnya, merupakan tahun ke lima dia menjual burung pipit di Ritual Bakar Tongkang. “Kadang saat Imlek, dan cap go meh juga datang menjual burung pipit ini,” jelas Rendi.

Burung pipit yang Rendi jual didatangkan dari Palembang dengan mengunakan angkutan darat. “Saya bawa 1.200 ekor mengunakan bus. Tiba di sini sekitar 50-an ekor burung yang mati, karena haus dan kelaparan, serta lainnya,” jelasnya.

Harga burung pipit  per ekornya sebesar Rp 6.000. “Harganya memang mahal, menutupi kerugian burung pipit yang mati dan biaya ongkos ke sini,” kata Rendi. [JX/Amn/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here