Donald Trump Mulai Siapkan Kabinet Baru

Donald Trump (Foto: JX/Ist)

WASHINGTON DC —  Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump, Minggu (13/11/16) mengumumkan beberapa nama yang akan duduk di kabinetnya. Yang pasti dalam beberapa hari ke depan, warga AS akan mengetahui susunan kabinet presiden Donald Trump.

Dari susunan sementara, Trump sempat mengumumkan beberapa nama di kabinetnya yaitu Ketua Komisi Nasional Partai Republik, Reince Priebus, menjadi Kepala Staf Gedung Putih, atau pembantu terdekat presiden. Sementara eksekutif media sayap kanan, Stave Bannon, sebagai kepala dan penasihat strategisnya. Trump menyebut kedua pejabat itu  sebagai “pemimpin yang berkualifikasi tinggi”.

Tokoh lain yang sedang dipertimbangkan untuk jabatan-jabatan senior antara lain mantan walikota New York, Rudy Giuliani, sebagai Jaksa Agung dan senator Alabama Jeff Sessions sebagai Menteri Pertahanan.

“NATO penting bagi Amerika,” kata Senator Sessions.  Namun bagi Giuliani, apapun jabatan itu, dia ingin membahasnya dengan presiden terpilih. “Tapi jabatan itu haruslah jabatan di mana saya bisa sungguh-sungguh membantunya,” tegas Giuliani.

Sementara pelantikan presiden terpilih Donald Trump digelar pada 20 Januari 2017. Pelantikan memang masih dua bulan lagi, tetapi Donald Trump harus memilih orang-orang yang akan menentukan arah pemerintahannya dan dampak atas kinerjanya.

“Kabinet ini akan sangat luar biasa, diisi oleh orang-orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan ini, yang memahami dengan jelas apa tujuan yang ingin dicapai. Trump telah menjabarkannya kepada mereka dengan sangat spesifik,” ungkap Kellyane Conway.

Kellyane Conway, Ketua Tim Kampanye Trump, dinilai akan menjadi pilihan logis sebagai Juru Bicara Gedung Putih. Katanya, Trump hanya akan memusatkan perhatian pada hasil yang akan dicapai. “Tidak ada lagi alasan. Kita punya seorang presiden Republik, menguasai DPR dan Senat. Jadi ini jelas merupakan mandat dari rakyat untuk menyelesaikan masalah yang ada, dan Trump akan melakukan hal ini,” tambah Conway.

Meskipun demonstrasi menentang Trump masih terus terjadi di sejumlah kota, para anggota Kongres dari Partai Demokrat tidak mengesampingkan kemungkinan bekerjasama dengan presiden baru itu dalam isu-isu tertentu.

“Kita ingin melihat pembangunan infrastruktur juga. Kita perlu membangun semuanya mulai dari broadband fiber-optik di daerah-daerah pedalaman dan perkotaan. Ini program yang sangat bermanfaat. Kita akan melihat apakah ia benar-benar mewujudkan hal itu,” papar Ellison.

Tetapi anggota-anggota Partai Demokrat juga khawatir tentang janji-janji lain Trump semasa kampanye, seperti mendeportasi sejumlah besar imigran illegal dan memberlakukan pemangkasan pajak terbesar dalam sejarah Amerika, yang akan benar-benar mereka tentang. [JX/VOA/Eka]

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here